Indonesia

Beredar Rencana Dikbud Gabung Pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan PKN

Suara.com - Asosiasi Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) meminta klarifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sedang membahas kemungkinan penggabungan mata pelajaran PAI dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).

Jika upaya penggabungan PKN dan PAI menjadi satu mata pelajaran, Mahnan menyatakan AGPAII menolak kebijakan itu karena akan menimbulkan persoalan besar.

"Kami meminta penjelasan atau tabayun kepada Kemdikbud terkait beredarnya power point yang ditulis rahasia terkait penyederhanaan PAI dan PKN," kata Ketua Umum DPP AGPAII Mahnan Marbawi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (18/6/2020).

PAI dan PKN masing-masing memiliki materi yang mendalam jadi dengan penggabungan dapat mereduksi masing-masing mata pelajaran (mapel).

Untuk PKN yang materinya berisi Pancasila, kata dia, juga sebaiknya tidak direduksi melalui penggabungan dengan PAI.

Baca Juga: Jengah Dicibir Terus, Suami Muzdalifah : Kalian Minim Pendidikan Agama!

"Strategi budaya penguatan Pancasila tidak dengan cara mengerdilkan Pancasila sebagai ideologi, hanya dengan mengintegrasikan nilai Pancasila dalam mapel PAI atau mapel lainnya," katanya.

Pancasila, kata dia, adalah sebuah sumber hukum, filsafat dan nilai yang tidak akan kering digali.

"Pancasila harusnya jadi mapel sendiri sebagai strategi penguatan ideologi Pancasila," katanya. (Antara)

Baca Juga: Pesantren Bisa Menjadi Pusat Pendidikan Agama yang Lengkap

Football news:

Bellerin will pay for the mass planting of trees, despite the fact that Arsenal did not win against Leicester
Bayern claims 19-year-old left back Bara from Lyon
Jovich's friend has a coronavirus. The Real Madrid forward was isolated at home
Hazard has an ankle problem and may miss the game with Alaves
Agent Fedele: Manchester City are very close to buying Coulibaly
West ham Moyes can sign Lingard and Jones from Manchester United, if not relegated from the Premier League
Ennio Morricone's heart belonged to music and rum. The composer was asked to write the club's anthem, and Totti went to his hit