Indonesia

Biaya Perawatan Infrastruktur Akibat Truk Kelebihan Muatan Capai Rp 60 T

Merdeka.com - Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Risal Wasal mengatakan, truk kelebihan muatan atau over dimension over load (ODOL) menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan. Akibatnya, negara harus menggelontorkan dana tambahan untuk mengganti kerusakannya.

"Banyak yang hancur, jembatannya patah, bahkan Kementerian PUPR menyampaikan Rp 43-60 triliun kerugian untuk perawatan," jelas Risal dalam diskusi virtual, Kamis (3/12).

Dia menjelaskan, truk yang kelebihan muatan juga membuat biaya operasional lebih tinggi, sebab pemilik harus mengeluarkan kocek lebih ketika terjadi kerusakan pada truk. Truk yang dioperasikan berlebihan akan memperpendek umur truk dan membuat komponen kendaraan cepat rusak.

"Sebenarnya kalau dihitung secara jujur mereka tidak untung karena biaya kerusakannya justru lebih besar daripada normal, mulai dari ban, rem, mesin, karena dipakai terus menerus secara paksa," jelas Risal.

Tak hanya itu, truk ODOL juga menimbulkan polusi udara yang berlebih karena tekanan mesin kendaraan yang dijalankan secara paksa. Selain itu, truk ODOL menyebabkan kecelakaan di jalan karena sering tidak seimbang sehingga mengganggu keselamatan pengguna jalan lain.

"Makanya kemarin kita diskusikan, awalnya 2021 (target bebas ODOL), lalu mundur 2023, kita sepakat, kita harap ini nggak mundur lagi," tandasnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com [azz]

Football news:

Monaco have re-loaned Onyekuru to Galatasaray
Karavaev on the Eredivisie: The fans are used to goals. Even if the team lost 2:3, they are happy
Mourinho on Lampard's resignation: Football is cruel, especially modern
Dzeko denied West Ham. Striker wants to leave Roma in the winter
Milan wants to sign Porto midfielder Otavio for free in the summer
Manchester United may loan Lingard to West Ham
Mourinho on the double Ntombela: He's very creative. One of those who knows how to sharpen the game