Indonesia

Bila Hijrah Terhalang Masa Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?

Setiap orang sudah pasti memiliki masa lalu. Entah masa lalu yang baik atau sebaliknya. Dan ketika memutuskan untuk berubah, terkadang masa lalu selalu membayang-bayangi serta menjadi penghambat. Tak terkecuali, ketika kita hendak berhijrah.

Keadaan seperti ini merupakan salah satu ujian dalam hijrah, karena sesungguhnya kita tidak akan pernah terlepas dari masa lalu. Hanya di saat kita sudah berkeinginan untuk hijrah maka segala hal yang bisa menjadikan kita mundur kembali ke belakang itu harus segera kita jauhi.

Hakikat hijrah untuk kita saat ini adalah meninggalkan apa yang dibenci oleh Allah menuju kepada hal yang dicintai oleh Allah. Sehingga ketika kita menyadari bahwa masa lalu kita membawa kita jauh dari ridho Allah, lalu kita ingin membuat perubahan karena keinginan kita untuk bisa kembali kepada Allah maka tentu ada banyak hal yang harus kita persiapkan.

(Baca juga :Ummu Al-Hasan : Potret Pentingnya Perempuan Mencari Ilmu)

Apa saja persiapannya? Berikut ulasan ustadzah Ummi Fairuz Ar-Rahbini, istri Buya Yahya dari Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon:

Agar masa lalu tidak menjadi penghalang untuk berhijrah, maka persiapkan hati dengan banyak memohon kepada Allah agar Allah memberi kepada kita kekuatan untuk bisa kembali ke jalan yang Allah ridhai.

Kita harus siap untuk kehilangan, mungkin kita akan kehilangan sahabat atau perkumpulan-perkumpulan yang dulu selalu menemani kita dalam kemaksiatan dan hal tersebut tentu tidak mudah bagi kita dan mereka pun tidak akan mudah melepaskannya.

(Baca juga :Bagi Muslimah, Amalan Ini Ganjarannya Langsung Surga)

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya ketika mereka berhijrah mereka pun mengorbankan banyak hal. Mereka harus meninggalkan Negeri yang mereka cinta.

Mereka harus berpisah dengan keluarga dan sahabat bahkan tidak sedikit yang kehilangan harta mereka. Dan kita harus sadar bahwa mungkin kita juga merasakan hal tersebut dan itu adalah resiko hijrah yang harus siap dihadapi.

(Baca juga :Debut Manis James Rodriguez Antar Everton ke Puncak Klasemen Liga Inggris)

Maka berupayalah untuk menjauh dengan teman-teman, perkumpulan dan juga sosial media yang akan bisa membawa kita terjerumus kembali. Tutup akses yang bisa menjadikan kita terhubung kembali dengan mereka.

Mulailah mencari teman-teman yang baru, perkumpulan yang baru dan juga memperbanyak menghadiri majelis –majelis ilmu yang akan membantu anda untuk bisa membangun kekuatan dalam diri anda untuk bisa tetap didalam kemuliaan. Cari hiburan dengan memperbanyak membaca Al-qur’an, membaca kisah orang-orang saleh khususnya kisah orang-orang berhijrah ke jalan Allah.

(Baca juga :Picu Polemik, KPU Bakal Atur Konser Musik Hanya Boleh Via Daring)

Hal itu semua akan membantu kita untuk istiqomah di jalan hijrah. Jika lingkungan anda tidak mendukung untuk itu, maka langkah terpenting untuk hijrah anda adalah meninggalkan tempat tersebut karena lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam membentuk kepribadian seseorang.

Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk istiqamah dalam hijrah dan tanamkan didalam hati bahwa surga Allah mahal dan yang bisa memasukinya hanya orang-orang yang dipilih Allah SWT. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi ahli surga.

(Baca juga :Kementerian BUMN Tegaskan Komitmen untuk Mendukung UMKM)

Wallahu A'lam

(wid)

Football news:

Sharonov joined the coaching staff of Cyprus Paphos
Yuran headed Khabarovsk SKA
Brugge forward Dennis on goal for Zenit: I said that I only score grandees, but it was a joke
PSG defender Kimpembe Pro 1:2 with Manchester United: We can only blame ourselves
Lopetegui Pro 0:0 with Chelsea: Sevilla showed a good team game
Rashford on victory over PSG: Manchester United now have a strong position in the group
Nagelsmann victory over Istanbul: Not fully satisfied with the game Leipzig was fatigue, not the most effective pressure