Indonesia

Bisnis Brand Mewah di Asia Naik Signifikan

NEW YORK - Di masa pandemi corona (Covid-19), brand-brand mewah kini bergantung pada pasar di China ketimbang Eropa dan Amerika Serikat (AS). Ini karena Negeri Panda itu lebih dulu bangkit daripada wilayah lain di dunia yang terimbas virus corona.

China memang mulai bangkit setelah melawan pandemi dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik. Di saat negara-negara lain mengalami kontraksi ekonomi pada kuartal II/2020, China justru tumbuh 3,2% (year on year/yoy). Kondisi ini pun berpengaruh langsung pada penjualan produk high-end brand global. Selain penjualan yang merangkak naik, pembukaan butik baru brand mewah juga terus berlanjut. (Baca: Berikut Beberapa Doa Memohon Diberi Kelancaran Rezeki)

Seperti dilaporkan Reuters, di Hainan, China, yang dikenal sebagai surga belanja duty-free bagi para wisatawan dan warga, masyarakat harus mengantre selama satu jam lebih untuk bisa masuk ke butik produk mewah.

“Saya memang terlihat masuk dalam daftar orang yang berbelanja,” kata Zeng Rong (34) seorang auditor di Beijing yang hendak berlibur ke Hainan. “Saya ingin membeli tas Bottega Veneta dan baju serta jaket dari Moncler sebelum cuaca bertambah dingin,” paparnya.

Selain aktivitas penjualan yang meningkat, geliat peragaan busana mewah juga sudah tampak di China. Desainer Louis Vuitton, Virgil Abloh, sudah menggelar peragaan busana musim semi/musim panas di Shanghai pada bulan lalu. Prada juga menggelar pameran koleksi terbaru pada pekan lalu di Shanghai, ibu kota fashion di China. Ketika warga China tidak bisa berwisata ke Milan dan Paris karena lockdown dan pandemi, mereka memilih berbelanja produk mewah di China.

Prada dalam pernyataan resminya mengatakan, bisnis grup di China meningkat 60% pada Juni lalu dan 66% pada Juli lalu. Kelompok bisnis LVMH, label yang memproduksi Louis Vuitton, menyebutkan mereka mengalami kenaikan penjualan produksi hingga 50% di China pada awal April. Demikian juga dengan Louis Vuitton dan Dior yang mengalami peningkatan penjualan hingga dua kali lipat.

“China daratan merupakan tempat dalam kekuatan membeli,” kata Mauro Maggioni, CEO Asia Pasifik Golden Goose yang memiliki 21 tokoh di China, seperti dilansir Reuters. Mereka membuka kembali situs e-commerce di China pada bulan lalu dan berencana membuka butik baru di Hainan. (Baca juga: Bantuan Kuota Data Diminta Pakai Sistem Akumulasi)

Laporan perusahaan analisis keuangan dan pemasaran McKinsey & Company menyatakan, China menguasai separuh dari belanja produk mewah pada 2020 atau mengalami peningkatan 37% bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu dikarenakan tidak adanya wisatawan China ke luar negeri sehingga terjadi mereka mendominasi dua pertiga belanja produk mewah.

Football news:

Hector Herrera on 0:4 with Bayern: We played very well with the best team in the world. Don't write off us
Antonio Conte: Borussia are well prepared, they have a lot of potential. Inter could have won
Guardiola on 3:1 with Porto: a Good start. In the Champions League, there are 5 substitutions, the players who came out showed themselves well
Flick about Mueller: he's a continuation of the coach's hand on the field. Thomas manages the team, drives it forward
Gian Piero Gasperini: Miranchuk has just started training. We have a lot of players, rotation is inevitable
Goretzka about 4:0 with Atletico: We were lucky that we didn't miss out at the beginning. It took 10 minutes to get involved
Klopp on the win over Ajax: it wasn't radiant football, but we scored three points