Indonesia

Comeback, Rain Gandeng Park Jin Young sebagai Rekan Duet

SEOUL - Rain akan kembali ke industri musik. Untuk comeback kali ini, suami Kim Tae Hee tersebut akan menggandeng senior sekaligus mantan bosnya, Park Jin Young.

Pada 28 Oktober 2020, Rain Company dan Sublime Artist Agency selaku manajemen mengumumkan sang artis akan merilis album sebagai duo. Sebelum mengungkap siapa rekan duet Rain, agensi hanya menyebut keduanya adalah dancer luar biasa.

Park Jin Young aka JYP

"Kami memastikan bahwa penampilan mereka akan lebih baik dari Rainism, yang masih dibicarakan meski sudah 10 tahun sejak dirilis," kata manajemen pada 29 Oktober, seperti dilansir Soompi.

"Kami berharap ini akan menjadi kabar baik bagi fans yang sudah menunggu Rain kembali ke panggung," sambung mereka.

Baca Juga:

- Reaksi Park Jin Young saat Tahu Kim Tae Hee Bucin

- Diajak Hijrah, Fenita Arie Sempat Minta Cerai ke Arie Untung

Hari ini, Jumat (30/10/2020), manajemen akhirnya mengumumkan bahwa Park Jin Young adalah rekan duet Rain dalam comeback kali ini. Namun, belum ada informasi tentang kapan duet mereka akan dirilis.

Rain

Rain dan Park Jin Young bukanlah orang asing bagi satu sama lain. Rain sempat menjadi artis JYP Entertainment, agensi yang dibentuk oleh Jin Young. Sang produser juga menjadi otak di balik beberapa lagu hits Rain seperti How to Avoid the Sun, It’s Raining, I Do, dan Bad Man.

(LID)

Football news:

Barcelona's presidential election will be held on January 24
Koke: to beat Bayern, you need to play a nearly perfect match. I hope their unbeaten streak ends tomorrow
Loew can return Muller, Boateng and Hummels to the German national team if there are a lot of injuries
Nacho about the Real Madrid game: That's not how titles are won. Working to get better
De Bruyne will sign a 5-year contract with Manchester City. He entered negotiations after Pep extended his contract
Tiago will miss a few more weeks. The knee injury was more serious than expected
Suarez will not play against Bayern. He again tested positive for coronavirus