Indonesia

Corona Mewabah, Turis Indonesia Batal ke China

Turis Indonesia tidak mau ambil risiko tertular corona di China.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Virus Corona mewabah di China. Pemerintah Indonesia sejauh ini belum mengeluarkan larangan perjalanan ke sana. Meski demikian, sejumlah pelancong Indonesia mulai mengurungkan niatnya untuk berplesir ke negeri Tirai Bambu itu.

Pembatalan perjalanan ke China itu diungkapkan sejumlah perusahaan agen perjalanan Indonesia. "Belum ada warning dari pemerintah, cuma tamu sudah tidak berani datang ke sana," kata pengelola Golden Rama Travel & Tours Kemang, Astuti, Jumat (24/1).

Sejak virus corona mewabah, kata Astuti, setidaknya sudah tiga orang kliennya yang mengajukan pembatalan ataupun pengunduran perjalanan. "Itu semua yang sudah pesan mau ke Beijing," ucapnya.

Pembatalan perjalanan dalam angka yang lebih besar dialami agen perjalanan Global Service Wisata. Jumlahnya mencapai 70 orang.

"Meski belum ada peringatan dari pemerintah tapi grup-grup yang mau perjalanan ke Hong Kong, China sudah khawatir dengan virus itu. Mereka minta cancel dan undur," kata pengelola Global Service Wisata, Habian.

Virus Corona adalah virus jenis baru yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China, pada akhir Desember lalu. Virus itu diketahui merupakan varian baru penyebab sejenis Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) yang belum pernah terdeteksi sebelumnya. Mulanya diduga berasal dari hewan, belakangan disimpulkan bahwa virus itu juga bisa menular antarmanusia.

Jumlah korban meninggal akibat virus itu di China hingga Jumat (24/1) siang telah mencapai 26 orang. Melonjak nyaris tiga kali lipat dibandingkan pada Selasa (21/1) sebanyak 9 orang. Sedangkan pasien yang tertular di China telah mencapai 830 orang.

Berawal dari Wuhan, kini virus corona telah menyebar ke berbagai wilayah padat penduduk seperti Beijing, Shanghai, Makau dan Hong Kong. Penularan juga ditemukan telah sampai ke Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Filipina, Amerika dan Singapura.