Indonesia

Di Tambaksari, Tiap Pagi Masjid Woro-Woro Protokol Kesehatan

JawaPos.com – Berbagai cara dilakukan agar warga bisa patuh menerapkan protokol kesehatan. Di Kecamatan Tambaksari, masjid dan musala digandeng untuk ikut memberikan seruan memakai masker kepada warga. Saban pagi takmir akan memberikan woro-woro kepada warga agar sealu patuh pada aturan itu. Corong masjid dan musala menjadi media baru untuk sosialisasi protokol kesehatan.

Pengumuman tersebut difasilitasi para takmir masjid. Harapannya, sebelum melakukan aktivitas, warga tidak lupa dengan aturan dalam adaptasi kebiasaan baru itu.

Sosialisasi dilakukan serentak di masjid dan musala Kecamatan Tambaksari Minggu (12/7). Camat dan lurah masing-masing melakukan komunikasi dengan pengurus masjid. Kesepakatanya, pengumuman itu dimulai setiap puku 06.30.

Camat Tambaksari Ridwan Mubarun mengatakan, di wilayahnya ada lebih dari 100 masjid dan musala. Lokasinya yang di perkampugan tentu efektif untuk memberikan imbauan kepada warga. ”Poin penting yang disampaikan ke warga nanti adalah patuh menggunakan masker saat keluar rumah,” paparnya.

Setiap masjid dan musala sudah memiliki perangkat yang memadai untuk memberikan pengumuman itu. Harapannya bila tokoh agama yang mengajak, warga bisa lebih patuh dalam menaati protokol kesehatan itu. ”Tokoh agama inilah yang akan membantu dalam penerapan budaya baru itu,” jelasnya.

Ketua Takmir Masjid Gresikan 1 Mustofa mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik gagasan kecamatan tersebut. Pihaknya siap membantu pelaksanaan imbauan itu. ”Tentu kami mendukung hal tersebut. Apalagi ini demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Dia menjelaskan, saban pagi pihaknya bakal membunyikan corong masjid. Waktu yang dipilih adalah pagi. Dengan diingatkan seperti itu, warga diharapkan tidak lupa untuk menggunakan masker saat akan beraktivitas.

Selama berkendara di jalan, mereka tidak akan kena sanksi jika ada operasi. ”Jadi, kami hanya lakukan pengumuman itu sekali saja dalam sehari. Saat pagi hari,” ucapnya.

Memang saat ini kecamatan gencar menyasar perkampungan untuk sosialisasi masker. Sering kali warga merasa aman ketika berada di lingkungan tempat tinggalnya. Mereka merasa aman-aman saja meski tidak menggunakan masker.

Ridwan menyebut jumlah warga yang tidak bermasker di tempat umum sudah turun drastis. Jumlahnya hanya 1−2 orang. ”Kami terus dorong agar tidak di tempat umum saja kebiasaaan itu dilakukan, tetapi juga di lingkungan mereka di luar rumah,” jelasnya.

Keterlibatan masyarakat dalam penegakan protokol kesehatan juga dilakukan melalui ibu pemantau jentik (bumantik). Selama ini tugasnya hanya memastikan setiap rumah terbebas dari jentik nyamuk. Kini akan ada tugas tambahan yang mereka emban, yakni ikut menyosialisasikan protokol kesehatan.

Ridwan mengatakan, mereka bakal melakukannya saat kunjungan pemantauan jentik. Nah, saat datang itulah, mereka sekaligus mengecek apakah rumah tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik atau tidak. ”Contoh sederhananya saat keluar rumah mereka pakai masker atau tidak,” ujarnya.

Jumlah bumantik memang sangat banyak. Di Tambaksari saja ada 1.228 orang yang tersebar di 664 RT. Kunjungan ke rumah itu dilakukan saban Jumat.

Saksikan video menarik berikut ini:

Football news:

Rudi Garcia: to Pass Juventus is a feat. The most pleasant defeat in my career
This is a disgrace! Sarri was outraged by the delay in time from the Lyon players
Miralem Pjanic: Don't underestimate the 9th scudetto, but Juve can strive for more
Zinedine Zidane: Real Madrid should be proud of what they did. This is not the time to make excuses
Guardiola on 2:1 with Real Madrid: If you want to take the Champions League, you need to beat the big clubs
Raheem sterling: Manchester City were great. We knew how good Real Madrid were
Ronaldo scored all 7 goals for Juventus in the playoffs of the last seasons of the Champions League 💪