Indonesia

Dibalik Pembentukan SSB Garuda United ada Pria Bertato

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Punya tato tak bisa dikategorikan sebagai ciri premanisme. 

Misalnya, pria bertato yang bernama Asmawi Sabar ini justru peduli akan sepak bola, khususnya pembinaan usia dini.

Akrab disapa dengan nama Jefri, dirinya punya hobi bermain dan menonton sepak bola. Pria kelahiran Larangan, Kota Tangerang, 1 Agustus 1969 ini pun rela membentuk SSB Garuda United.

"Putra daerah sini (Larangan) banyak punya bakat yang tak tersalurkan. Sebagai putra daerah, saya merasa terpanggil untuk membuatkan wadah mereka menyalurkan bakat itu," ucapnya kepada Warta Kota, Selasa (1/12/2020) di Lapangan Larangan, Cildeug, Kota Tangerang.

Ia pun rela menyisihkan uangnya untuk biaya membeli peralatan dan perlengkapan sepak bola misalnya, bola, cone, dan berbagai macam alat lainnya.

Menurutnya dana yang disisihkan untuk SSB tak mengganggu dana untuk kebutuhan rumah tangganya.

Ia membuatnya terpisah, bahkan sang istri pun mendukung usahanya tersebut.

"Memang kami belum mematok sepeserpun iuran dari anak didik, meski telah tiga bulan aktif berlatih. Untuk pelatih pun saya gaji dengan uang sendiri. Ke depannya juga kami akan membenahi administrasi dengan baik dan semuanya akan sesuai dengan administrasi yang ada," paparnya.

Ia lantas berharap agar anak-anak muridnya nantinya mampu membawa nama baik SSB Garuda United di turnamen sepak bola usia dini maupun di turnamen lainnya yang rencananya akan diikuti oleh pihaknya tahun 2021 mendatang. 

Ada pun Markas SSB Garuda United ini ada di Jalan Inpres 9, RT. 2, RW. 8, Larangan Utara.

Untuk pembinaan, anak-anak yang berlatih mulai usia 8 hingga 18 tahun. Saat ini ada 60 orang yang bergabung dengan SSB Garuda United, dan berlatih setiap hari Selasa, Kamis dan Minggu di lapangan Garuda Larangan.

Football news:

Mbappe does not score for PSG 4 matches in a row. This is his worst streak since April-May 2018
Mourinho on Rashford's words: Go to Opta and draw your own conclusions. Liverpool - Manchester United-and so quite a loud match
Ronaldo: Real Madrid made a mistake by letting Hakimi go. Sometimes I say to myself: Imagine yourself and him - we would move at a good speed
Barcelona would not consider Messi's participation in the game with Athletic if it were not for the trophy match
Jurgen Klopp: Manchester United are now flying forward and we have difficulties. But we are not so far from the top of the form
Klopp on hugs: If it was a threat to the players' health, we wouldn't do it. The pitch is a safe place
Mourinho to Bale in training: Do you want to stay here or go back to Real Madrid and not play football?