Indonesia

Diduga Menculik Anak, PSK Cipinang Dibekuk di Koja Jakarta Utara

JAKARTA - Pekerja seks komersial (PSK) yang kerap mangkal di Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, dibekuk Unit Kriminal Polsek Cilincing, Jakarta Utara. Pasalnya, PSK dengan nama Nia Ariani diduga melakukan penculikananak.

"Jadi tersangka ini (Nia) pernah tinggal di Kampung Rawa Malang, RT 10 RW 09. Lalu yang bersangkutan mencari kenalannya 'Mak Soto' untuk mencari anaknya Ririn dan Mak Soto ini menyampaikan bahwa anaknya tidak berada di sana. Karena tersangka merasa pernah tinggal di sana dan terus mencari anaknya yang namun tidak ketemu," kata Kapolsek Cilincing, Kompol Imam Tulus Budiono di Mapolsek Cilincing, Kamis (18/6/2020).

Menurut keterangan Imam, tersangka menculik AA (7) saat dirinya tengah mencari anaknya di sebuah jalan. Tersangka melihat bahwa AA mirip seperti anaknya. (Baca juga: Banyak Tempat Usaha di Mal Belum Terapkan Jaga Jarak)

"Dipanggillah anak tersebut terus dirayu dan dibelikan makanan ringan terus dibelikan juga es krim dan diajak bermain. Namun setelah bermain, korban dibawa pergi lewat pintu belakang dari pada kampung tersebut," terangnya.

Setelah menyadari anaknya tidak ada, orang tua korban, Ade Supardi langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Cilincing pada 9 Juni 2020. (Baca juga: Pelaku Pemerkosaan OR Bertambah Jadi 8 Orang)

"Setelah itu kita berupaya untuk memasukkan ini melalui media sosial. Setelah tanggal 17 Juni 2020 ada tetangga yang menemukan anak tersebut karena sesuai dengan di Instagram ada fotonya. Ditemukan di Jalan Kenangan, Koja, Jakarta Utara," jelas Imam.

Tim Buser Cilincing langsung berupaya untuk membawa dan mengamankan anak tersebut yang sedang bersama pelaku. (Baca juga: Muncul Wacana Resepsi Pernikahan Digelar dengan Protokol Kesehatan Sangat Ketat)

"Dari pengakuan korban, tersangka menculik AA karena dianggap mirip dengan anak yang telah ditinggalkannya di wilayah tersebut. Dan korban AA kita temukan dalam kondisi trauma, karena selama bersama dengan tersangka AA selalu dicubit," tutur Imam.

Atas perbuatannya, Nia Dijerat Pasal 83 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Dan yang bersangkutan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara," pungkasnya. (Baca juga: Makam Gadis Korban Pemerkosaan 5 Remaja di Tangsel Dibongkar, Ada Apa?)

(mhd)

Football news:

Кад Cadiz returned to La Liga after 14 years
Pioli about 2:2 with Napoli: One point is a good result
Gattuso on Milan's penalty: the Rule needs to change. Jumping with your hands behind your back is another sport
Milan will offer 25 million euros for Celtic defender Ayer
Klopp on plans: Four years at Liverpool. After that, I want to do nothing for a year
Rogers Pro 1:4 with Bournemouth: Leicester play well only 45 minutes after the break
Inter and Roma are Interested in Garay