Indonesia

Edan! Satu Fakultas di Kampus Ternama jadi Sarang Perbuatan Terlarang

jpnn.com, MATARAM - Aparat Polda Nusa Tenggara Barat membongkar keberadaan tempat perbuatan terlarang di salah satu fakultas yang berada di kampus ternama wilayah Kota Mataram.

Di fakultas itu, diduga menjadi sarang peredaran narkoba jenis ganja.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB Kompol I Ketut Sukarja mengatakan, dari hasil penggeledahan diamankan sepuluh orang dengan barang bukti belasan poket ganja siap edar.

"Dari sepuluh orang yang kami amankan, ada yang berstatus mahasiswa dan ada juga alumni," kata Sukarja, di Mataram, Kamis (16/7).

Dia mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari penangkapan dua mahasiswa di salah satu kafe yang ada di Jalan Pemuda, Gomong, Kota Mataram, pada Rabu (15/7) malam.

Dari keduanya, petugas mengamankan dua poket ganja.

Setelah mendengar pengakuan keduanya yang mendapatkan barang tersebut di wilayah kampus, Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda NTB langsung melakukan pengembangan.

Dengan didampingi petugas keamanan kampus, tim bergerak ke salah satu areal unit kegiatan fakultas (UKF). Dari lokasi tersebut, ditemukan delapan orang dengan barang bukti 19 poket ganja siap edar. Barang bukti narkoba ditemukan dari hasil penggeledahan tiga orang diantaranya.

Football news:

Manchester City have announced the transfer of Ferran Torres from Valencia
German Count Zeppelin, heated underpants and Herbert Chapman. The final that started the great Arsenal of the 1930s
Klopp has signed a contract with adidas. Liverpool have an agreement with Nike
Jose Mourinho: Casillas and I have a good relationship. Over the years, they developed into an honest friendship
Tottenham will buy Heybjerg from Southampton for 15 million pounds. And will release Walker-Peters for $ 12 million. Southampton Midfielder Pierre-Emile Heibjerg is close to changing clubs
The Champions League will be finished under the new rules. The amendments will make it easier for goalkeepers to take penalties
UEFA will count 0:3 for clubs whose fault is due to the coronavirus will disrupt European Cup matches