Indonesia

Epidemiolog Bicara Faktor-faktor Kematian Corona RI Masih Tinggi

Jakarta -

Pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani turut menjelaskan penyebab rata-rata kematian akibat Corona di Indonesia melebihi rata-rata kematian dunia. Selain persoalan kesehatan masyarakat, Laura menilai pemeriksaan dini Corona di masyarakat juga masih rendah.

"Kalau masalah tingginya angka kematian COVID-19 di Indonesia mungkin ada beberapa faktor yang memengaruhi, yang paling utama mungkin kita bisa melihat kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. Karena COVID-19 ini pada umumnya memberikan dampak yang lebih berat dan kematian pada kelompok orang-orang yang dengan penyakit penyerta," kata Laura saat dihubungi, Senin (28/9/2020).

Kemudian Laura menjelaskan banyak masyarakat yang terlambat memeriksakan diri saat pertama tertular Corona sehingga dirawat dalam kondisi berat. Karena itu, akhirnya tenaga kesehatan juga kesulitan menyembuhkan pasien tersebut.

"Selain itu saya rasa banyak masyarakat kita yang datang ke RS dalam kondisi berat, artinya mgkn tingkat kesadaran untuk memeriksaan sejak dini sangat rendah. Ini yg mungkin membuat mempersulit para nakes untuk menyembuhkan dan berakibat fatal/kematian," ucapnya.

Laura pun menyebut cara untuk mengurangi dampak fatal kematian akibat virus Corona yakni dengan mencari tau penularan Corona secepat mungkin. Sehingga, kata dia, tenaga kesehatan bisa mengantisipasi jika ada perubahan fatal pada pasien.

"Mungkin pemerintah lebih proaktif untuk bisa menemukan kasus sedini mungkin dan sebanyak mungkin walaupun pada kondisi tanpa gejala. Dengan ini ketika yang terjaring dalam kondisi tanpa gejala tetapi sebetulnya membawa virus, segera mendapatkan penanganan yaitu isolasi dan monitoring dari nakes puskesmas jika melakukan isolasi mandiri. Dengan isolasi yang dilakukan harapannya memang nakes akan bisa melakukan pemeriksaan rutin atas kondisi orang-orang yang terinfeksi dan bisa ditangani lebih cepat jika ada gejala-gejala dalam durasi isolasi," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkap kasus kematian akibat Corona di Indonesia sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia, di mana Indonesia mencapai 3,77 persen dan rata-rata kasus kematian Corona di dunia 3,01 persen. Hal inilah yang menjadi tugas pemerintah untuk menekan kasus kematian.

"Kalau kita bandingkan dengan bulan lalu, rata-rata kematian di negara kita juga menurun dari 4,33 persen jadi 3,77 persen. Meskipun kalau kita bandingkan dengan rata-rata dunia, kita sedikit lebih tinggi karena rata-rata dunia mencapai 3,01 persen. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menekan lagi agar rata-rata kematian bisa terus menurun," kata Jokowi dalam rapat terbatas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional secara virtual, Senin (28/9).

(maa/gbr)

Football news:

Klopp on 2:7 from Villa: the Players reacted as I expected. They struggled and won two games
Diego Maradona: Ronaldo and Messi are ahead of the rest. No one can do half of what they do
Bartomeu did not resign at a meeting of the Barca Board of Directors
Del Piero on the Juve-Barcelona match: Pirlo should play 4-2-4
Samuel Umtiti: The last two years have been the worst of my career. I ended up making a complete ass of
Putting together a dream team of the best players in history. Starting with goalkeepers!
Gian Piero Gasperini: Ajax has always been my reference point. Miranchuk is ready to play