Indonesia

Gara-gara Drakor Racket Boys, BWF Kembali Digeruduk Netizen Indonesia

TRIBUNNEWS.COM - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) kembali diserang netizen Indonesia usai mengunggah salah satu video adegan drama Korea, Racket Boys.

Drama Korea Racket Boys memang tengah menjadi sorotan netizen Tanah Air setelah dianggap melecehkan Indonesia.

Pemicunya adalah salah satu scene pada episode kelima di mana pada saat itu tim bulu tangkis Korea Selatan diceritakan tengah menjalani turnamen di Indonesia.

Tim pelatih Korsel berkumpul membahas strategi yang digunakan saat melawan wakil Indonesia, namun juga menyinggung fasilitas buruk yang diterima.

Baca juga: Fakta-Fakta Menarik All England 2021, Penuh Rekor dan Kontroversi

Wakil Korsel diceritakan mendapat hotel yang jauh dari arena bermain dan juga fasilitas lain yang tidak memadai.

Berbeda dengan yang didapatkan tim tuan rumah, selain itu Indonesia juga disebut akan melakukan segala cara demi meraih kemenangan.

Beberapa hari setelah itu, BWF melalui akun Instagram resminya mengunggah salah sartu scene Racket Boys seolah mempromosikan drama Korea ini.

Baca juga: Greysia Polii Ungkap Jawaban Mengagetkan BWF Saat Tim Indonesia Lapor dapat Email dari NHS

Bukan tanpa alasan BWF melakukan hal ini, mengingat federasi tersebut memang menjadi wadah dari segala bentuk permainan bulu tangkis, pun melalui film atau drama.

Football news:

Man City will buy Grealish for 100 million pounds, the contract is until 2026. The documents are signed
Tuchel on Lukaku at Chelsea: Many players want to join us. I will not discuss other people's players
Juve will give Demiral Atalanta on loan for 3 million euros with the right to buy for 25 million. Medical examination - On the 5th
Koeman pro 1:2 with Salzburg: Perfect, although I don't like to lose. We had to run a lot
Inter, in the event of Lukaku's departure, will try to buy Zapata from Atalanta, Bergamasca-Abraham from Chelsea
Aston Villa bought Southampton's top scorer Ings for 30 million pounds
Aurelien Tchuameni: Why is it possible to stop the match for 5 minutes because of a millimeter offside, but not because of racist shouts at the stadium?