Indonesia

Golkar Jabar Konsisten Tak Calonkan Kader yang Pernah Terjerat Kasus Korupsi

PURWAKARTA - DPD Partai Golkar Jawa Barat konsisten untuk tidak mencalonkan kader yang pernah tersandung kasus korupsi. Meskipun keputusan Mahkamah Agung atas uji materil PKPU No 20/2018 memperbolehkan caleg bekas koruptor untuk mencalonkan dalam Pileg 2019.

“Golkar Jabar tetap konsisten pada keputusan semula. Kader yang pernah tersangkut kasus korupsi tidak bisa mencalonkan diri menjadi anggota parlemen. Bukan hanya kasus korupsi, kasus lain pun kami jadikan pertimbangan,” kata Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Senin (17/9/2018).

Kasus lain, menurut Dedi, adalah semua tindak pidana yang tercantum dalam PKPU No 20/2018. Di antaranya tindak pidana narkotika dan kekerasan terhadap anak. Selain itu, kasus hukum  meski berupa tindak pidana ringan turut menjadi pertimbangan Golkar Jabar.

Kebijakan tersebut digulirkan berdasarkan fakta integritas yang sudah disepakati seluruh kader partai berlambang pohon beringin itu. Sebanyak 4 poin sudah ditandatangani dan menjadi peraturan mengikat bagi seluruh kader termasuk caleg.

“Rujukan kami fakta integritas yang sudah ditandatangani kader. Para bacaleg pun sudah menandatangani. Artinya, ini menjadi peraturan yang mengikat bagi kami di internal Golkar Jabar,” katanya.

Keempat poin tersebut adalah bacaleg tidak pernah tersangkut kasus hukum yang sudah berkekuatan hukum tetap. Kemudian, bacaleg tidak pernah dan tidak sedang menjalankan bisnis yang mengeksploitasi alam.

Selanjutnya, jika terpilih menjadi anggota parlemen, mereka harus menyumbangkan 15% penghasilannya untuk kegiatan sosial. Terakhir, anggota parlemen dari Partai Golkar Jawa Barat tidak boleh melakukan poligami, kecuali atas izin istri pertama.

Menurut Dedi Mulyadi, fakta integritas tersebut bukan hanya menjadi simbol. Akan tetapi, peraturan resmi yang harus dilaksanakan keluarga besar Golkar Jabar. Dia meyakini hal tersebut merupakan ikhtiar perubahan dan spirit anti korupsi dari kader di Jawa Barat.

“Mungkin kalau yang lain hanya simbolik dan formalitas. Kita di Jawa Barat tidak begitu. Semua poin itu harus konsisten terlaksana dalam proses konsolidasi yang sedang kami jalankan. Kader harus menjadi contoh bagi rakyat. Termasuk bacaleg harus menjadi teladan yang baik,” ujarnya.

(wib)

Football news:

Nani: As children, we were starving, and there were rats and lizards running around the house. I realized that God wants me to help my family by becoming a football player
Real Madrid will consider proposals for Jovic. The option of selling is not excluded
Mikel Arteta: Mourinho was invited to make Tottenham the winning team
Failure of the VAR in the last English tour: on Thursday, all three decisions on penalties were recognized as mistakes
Zlatan Ibrahimovic: This is not my Milan. The club's ambitions are not what they used to be
Liverpool will only try to buy Tiago if one of the key players leaves
Jurgen Klopp: Salah has crazy statistics