Indonesia

ICW Sebut Parpol Sebabkan Penurunan Demokrasi Indonesia

Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut salah satu penyebab demokrasi Indonesia turun adalah partai politik (parpol). Hal ini membantah pernyataan Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan yang mengatakan penurunan demokrasi Indonesia akibat tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia ICW Donal Fariz mengatakan, indeks demokrasi Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015 yakni 72,82 persen, sedangkan 2017 sebesar 70,09 persen. Ia menilai, penurunan ini akibat kebebasan sipil, hak politik dan lembaga demokrasi yang turun.

"Siapa lembaga demokrasi itu, salah satunya adalah parpol. Ini yang membuat elemen indeks demokrasi BPS maupun yang diolah oleh kementerian Polhukam menjadi turun," kata Donal Fariz di kantor Kaukus Muda Indonesia (KMI), Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Senin, 4 Juni 2018.

Donal menambahkan, parpol adalah salah satu faktor yang paling mendowngrades (penurunan peningkatan) indeks demokrasi. Sebab, ia menilai demokratisasi itu terjadi di tubuh partai. 

"Beda pendapat dipecat, penentuan siapa yang diusung menjadi kepala di partai juga tidak jelas. Itu lah yang membuat indeks demokrasi turun. Kesimpulannya apa yang disampaikan oleh Arteria bahwa indeks demokrasi turun karena KPK itu berbeda 100 derajat dengan data BPS," ujar Donal.

Oleh karena itu, Donal mengharapkan ada reformasi parpol. Sebab, ia menilai dengan demikian bisa meningkatkan demokrasi di Indonesia.

"Saya berpikir perlu adanya reformasi parpol. Parpol itu dua atau tiga saja, enggak sampai lebih dari lima tapi di subsidi oleh negara. Karena mau bikin belasan partai pun undang-undangnya juga caranya sama, harus ada sekian jumlah provinsi di Indonesia, jumlah pengurus sekian dengan alamat kantornya sekian," beber Donal.

Selain itu, Donal menilai parpol tidak menampung perbedaan ideologi. Maka itu ia mengatakan perlu mereformasi jumlah partai politik yang mulanya banyak menjadi sedikit.

"Platform parpol juga sama aja, identitas partai juga enggak ada. Mending jumlah parpol terbatas, jadi negara maksimal mensubsidi di situ," pungkas Donal.

(DEN)

Football news:

Luis Garcia: Messi shows something new every year. I can easily imagine that he will play until 2025
Klopp on Henderson's injury: I don't know for sure yet, something's wrong with my knee. All we know is that it's not a small thing
Pavlyuchenko is seventh in the ranking of Tottenham's best forwards in the 21st century. Kane is the first (Squawka)
Manchester City made 93.7% of accurate passes in the match against Newcastle. This is an APL record
Ole Gunnar Solskjaer: 16 games unbeaten give confidence, but it is not something that Manchester United should aspire to
Havertz wants to go to Chelsea, he likes the project. Werner persuades him to go
Real Madrid has received almost 250 million euros from sales of Academy students over the past 4 years