Indonesia

Iklan Obat Berbahaya Marak saat Pandemi, Pengawasan Harus Ditingkatkan Lagi

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sebanyak 50.000 tautan atau link website yang mengiklankan obat dan makanan ilegal selama pandemi Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir. Anggota Komisi IX DPR Anggia Ermarini mengapresiasi temuan tersebut sebagai upaya BPOM dalam memproteksi kesehatan masyarakat.

Namun, pihaknya juga meminta BPOM untuk lebih aktif lagi melakukan pengawasan sehingga kedepan tidak ada lagi iklan-iklan obat-obatan berbahaya yang diedarkan kepada masyarakat.

"50 ribu itu kan temuan yang banyak banget, jadi pengawasan harus lebih ditingkatkan lagi. Jangan-jangan ada yang gak diiklankan di internet, tapi mereka langsung ke toko-toko obat. Kan banyak, belum lagi dari luar negeri karena Indonesia ini menjadi pasar yang luar biasa karena penduduknya banyak banget," kata Anggia, Jumat (25/9/2020).

Politikus PKB ini mengatakan, Komisi IX sering mengingatkan BPOM karena di masa saat pandemi seperti sekarang, orang kerap kali mengiming-imingi obat anticorona dan lainnya. "Orang banyak gampang tergiur karena panik, lalu kemudian ada iklan, langsung beli. Ini kan bahaya makanya peran pengawasan itu menurut kita harus dimaksimalkan lagi," tuturnya.

Di sisi lain, karena tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat Indonesia umumnya masih rendah, begitu pula tingkat kedisiplinannya maka negara harus hadir untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat secara lebih luas lagi.

"BPOM pasti tidak bisa bekerja sendiri untuk memberikan informasi itu secara lebih luas, lalu kemudian bisa langsung diterima oleh masyarakat paling bawah maka perlu ada strategi yang lebih jitu lagi bagi BPOM selain pengawasan langsung, monitoring. Dari temuan-temuan itu, perlu juga ada edukasi bagi masyarakat biar gak gampang tergiur iklan," katanya.

Baca Juga : Ribuan Iklan Internet Edarkan Obat & Makanan yang Dilarang

Ketua Umum PP Fatayat NU itu mencontohkan maraknya iklan-iklan kecantikan atau pelangsing tubuh yang kerap kali karena masyarakat ingin tampil cantik dan langsing maka dengan mudah membeli produk-produk kecantikan dari iklan yang diterima.

"Masyarakat mudah banget percaya. Kondisi warga kita begitu memang makanya negara harus punya strategi untuk membentengi itu," tuturnya.

(aky)

Football news:

Barcelona are working on extending their contract with Fati. Mendes wants the player got a raise
Hames will miss the Premier League match with Southampton
Goetze scored two goals in his first two games for PSV
Real Madrid are paying the price for a stupid sale to Ronaldo. No one to score. Calderon on the club's problems
Ozil posted a GIF of himself at work in the office: Forward, Arsenal
The Slovenian youth team wants to expel the tyrant coach: he is Against warm-UPS, forbids sleeping on planes and celebrating goals
Ozil on the rapid match: I'll support Arsenal at the TV. I bet on a 4-1 win