Indonesia

Inflasi Rendah, Klimaks Lesunya Daya Beli saat Pandemi

Suara.com - Rendahnya laju inflasi jelas menunjukkan betapa sadisnya pelemahan daya beli masyarakat Indonesia akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Bahkan atas situasi ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku tak begitu nyaman.

"Tapi ini disebabkan karena daya beli masyarakat terutama konsumsi rumah tangga yang pelemahan cukup drastis," kata Sri Mulyani dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI secara virtual, Kamis (18/6/2020).

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, di masa pandemi dan pembatasan sosial saat ini, inflasi tidak menjadi ancaman. Justru inflasi diperlukan untuk menandakan terjadinya permintaan di pasar.

"Oleh karena itu, bagaimana kita bisa membalikkan inflasi ke kuartal selanjutnya akan jadi salah satu bagian terpenting dalam skenario pemulihan ekonomi 2020, yang kita harapkan momentumnya diakselerasi di tahun 2021," pungkasnya.

Baca Juga: Salip Italia, Kasus Infeksi Virus Corona di Peru Capai 240 Ribu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyambut gembira dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang saat ini sudah tembus di bawah level Rp 14.000. Atas perkembangan ini dirinya pun bersyukur.

"Alhamdulillah dengan rahmat Allah SWT bagi ekonomi Indonesia, siang ini rupiah sudah tembus di bawah Rp 14.000," kata Perry.

Dirinya pun optimistis bahwa penguatan mata uang garuda terhadap dolar AS akan terus terjadi karena Perry menilai rupiah masih undervalued.

Baca Juga: Terungkap, Berapa Lama Mantan Penderita Covid-19 Kebal Virus Corona

"Itu menunjukkan penguatan sejalan pandangan kami bahwa nilai tukar rupiah untuk hari ini kami pandang undervalue sehingga ke depan berpotensi menguat," kata Perry.

Lebih lanjut Perry menerangkan bahwa faktor yang membuat rupiah terus menguat karena rendahnya laju inflasi dan defisit transaksi berjalan.

Data Badan Pusat Statistik mengungkap, inflasi pada Mei 2020 sebesar 0,07 persen (month to month/mtm) dan 2,19 persen (year on year/yoy).

"Interest rate differential SBN 7,06 persen untuk 10 tahun. Suku bunga US treasury 0,8 persen berarti perbedaannya 6,2 persen itu tinggi perbedaannya dan sebagai salah satu imbal hasil investasi aset keuangan, Indonesia masih tinggi. Itu salah satu indikatornya,” pungkasnya.

Football news:

Lampard on 3-0 with Watford: a dry Win at home, three goals scored-Chelsea played very well
Pulisic on 3-0 with Watford: Chelsea needed this win. We are confident that we can get into the top 4
Rebic scored 9 goals for Milan in 11 Serie A matches
Mikel Arteta: getting Arsenal into the Champions League seemed impossible a few weeks ago
Бав Bayern won the gold double in Germany for the 13th time
Neuer provided an assist in the German Cup final with Bayer
Sarri about 4:1 with Torino: Juve had a false sense of security after a couple of goals