Indonesia

Izinkan PTM, Ortu Siswa SMPN 19 Surabaya Ingin Anak Belajar Maksimal

JawaPos.com – Menjelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), ratusan siswa SMPN 19 Surabaya menjalani uji usap Rabu (25/11). Sekolah di Jalan Arief Rahman Hakim itu menjadi 1 di antara 21 sekolah pilot project di metropolis. Rencananya, simulasi PTM berlangsung pada awal Desember.

Berdasar pantauan kemarin, swab test diadakan di halaman sekolah. Ratusan murid mengantre dengan rapi di kursi yang telah disediakan. Tidak sedikit orang tua yang ikut mendampingi anaknya.

Wakil Kepala SMPN 19 Surabaya Bidang Kesiswaan Abdul Kadir menyatakan, tes tersebut diperuntukkan siswa kelas IX. ”Undangan kami 485 murid. Namun, yang hadir belum direkapitulasi,” jelasnya.

Abdul menyebut swab test tersebut sebagai salah satu langkah persiapan PTM untuk kelas IX pada awal Desember. Namun, jadwal itu tentu masih menunggu hasil kajian pemkot. Termasuk dilihat dari hasil uji usap seluruh murid. ”Sekolah hanya bisa melaksanakan perintah wali kota,” ujarnya.

Menurut dia, sekolah tidak memaksa orang tua mengizinkan anaknya menjalani uji usap di sekolah. Konsekuensinya, murid itu tetap harus di-swab secara mandiri. ”Tes ini harus dilakukan. Bisa dikatakan wajib untuk memulai PTM,” tegasnya.

Abdul menjelaskan, pihaknya sangat siap melaksanakan PTM. Protokol kesehatan pun sudah dibuat dan disimulasikan para guru. Mulai arah masuk gerbang sekolah, mencuci tangan, pengecekan suhu badan dengan thermo gun, hingga kewajiban siswa memakai masker serta membawa botol air minum sendiri dan hand sanitizer. ”Setiap kelas juga sudah ditata. Sebelumnya, ruang kelas berkapasitas 40 orang. Kini diatur maksimal 20 orang. Bahkan mungkin hanya 30 persen,” ungkap dia.

Abdul mengungkapkan, rencana awal sistem PTM akan diterapkan dengan penjadwalan bergilir. Dalam sehari, hanya ada sekali pertemuan. Sisanya yang tidak ikut dalam PTM hari itu tetap bakal mengikuti pembelajaran daring. ”Materi yang disampaikan tidak berbeda antara PTM dan daring pada waktu yang sama,” ungkap ketua Satgas Covid-19 SMPN 19 Surabaya tersebut.

Sementara itu, salah seorang siswa SMPN 19, Fabio Araya, cukup deg-degan mengikuti swab test. Sebab, dia baru kali pertama menjalani tes tersebut. ”Sebenarnya agak takut masuk sekolah. Takut bergerombol. Di sisi lain, kangen sama teman-teman,” ucapnya.

Meski begitu, Fabio sudah mempersiapkan diri. Khususnya untuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19 saat pembelajaran di sekolah. ”Kalau daring, enggak semua materi itu bisa saya tangkap. Jadi, lebih enak tatap muka,” katanya.

Wali murid kelas IX Alfiah Hamidah bakal mengizinkan anaknya ikut PTM. Syaratnya, sekolah dapat menerapkan protokol kesehatan Covid-19. ”Penginnya daring saja. Tapi, kalau harus PTM, tidak apa-apa. Anak saya izinkan. Harapannya, dia bisa belajar maksimal,” tuturnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Football news:

Laporta on the election: For Messi to stay, the president must appear as soon as possible. The postponement only hurts
Schalke and Ajax have agreed to move Huntelaar
Zidane on the criticism: It doesn't matter if I'm tired or not. Not only does the coach work, there is a lot behind the club
Barcelona to challenge Messi's suspension for hitting Athletic player on the head
Wenger on Ozil at Fenerbahce: He needs a warm environment. He always chooses the right decision in the game, and this is brilliant
Til Schweiger's company made a sugar documentary about Schweinsteiger: not a single acute topic and no Lama at all
Zidane on Jovic: It's hard to play in Real life. There is a lot of competition here, but it's not the coach's fault