Indonesia
This article was added by the user Anna. TheWorldNews is not responsible for the content of the platform.

Junta Militer Tutup Rapat Persidangan Aung San Suu Kyi

JawaPos.com – Aung San Suu Kyi pada Selasa (26/10) bersaksi atas dakwaan penghasutan yang membelitnya. Prosesnya dilakukan di pengadilan khusus di Naypyidaw yang dibangun militer. Itu adalah kesaksian pertamanya yang dilakukan sendiri secara langsung.

Sayangnya, proses tersebut dilaksanakan secara tertutup. Media dilarang menghadiri sidang. Junta militer juga mengeluarkan larangan kepada tim hukum Suu Kyi untuk memberikan pernyataan ke media.

’’Isi kesaksiannya tidak dapat diungkapkan sampai pengadilan mengesahkannya,’’ ujar sumber Agence France-Presse.

Kemungkinan isi pernyataan pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) itu baru dikeluarkan pekan depan. Itu pun belum pasti.

Media lokal Myanmar Now mengungkapkan bahwa Suu Kyi menolak dakwaan penghasutan atas dua pernyataan yang dikeluarkan partainya Februari lalu. Jaksa mengajukan bukti berupa unggahan di halaman Facebook NLD yang mengecam rezim militer dan menyerukan pada organisasi internasional untuk bekerja sama dengan pemerintahan sipil.

Namun, pengacaranya menegaskan bahwa Suu Kyi tidak bisa dimintai pertanggungjawaban atas unggahan tersebut. Sebab, dia menjalani tahanan rumah di bawah pengawasan junta militer saat unggahan di media sosial tersebut dibuat.

’’Aung San Suu Kyi mampu membuktikan dengan baik (di pengadilan, Red) bahwa dia tidak bersalah,’’ ujar salah seorang anggota tim pembelanya tanpa menyebutkan nama.

Junta militer menjerat Suu Kyi dengan belasan dakwaan. Selain penghasutan, juga kepemilikan walkie-takie ilegal, melanggar aturan pencegahan Covid-19, dan melanggar UU Rahasia Negara. Banyak pihak yang menilai bahwa dakwaan tersebut murni motif politik. Jika sampai dinyatakan bersalah, dia bisa dipenjara selama beberapa dekade. Junta militer juga mengancam akan membubarkan partai Suu Kyi, NLD.

Junta militer tidak pernah melaporkan perkembangan kasusnya. Satu-satunya sumber informasi tentang persidangan selama ini berasal dari pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw. Kini dia terpaksa bungkam karena aturan tutup mulut dari junta militer.