Indonesia

Kacau! Dzeko Bisa Batal Gabung Juventus, Trio KDC Gagal Kolaborasi

TURIN – Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, sudah mengonfirmasi timnya takkan lagi mengejar tanda tangan penyerang Barcelona, Luis Suarez. Juventus berhenti mengejar Suarez karena tidak memiliki waktu untuk menunggu penyerang berjuluk El Pistolero itu mendapatkan paspor Italia.

Menurut laporan La Gazzeta dello Sport, Suarez kemungkinan baru bisa mendapatkan paspor Italia akhir Oktober 2020. Di sisi lain, bursa transfer musim panas 2020 ditutup 5 Oktober 2020.

Luis Suarez

(Luis Suarez batal gabung Juventus)

Suarez mesti mendapatkan paspor Italia jika ingin bergabung bersama Juventus. Hal itu karena kuota pemain non-Uni Eropa di Juventus sudah penuh seiring kehadiran Weston McKennie dan Arthur Melo.

Kegagalan Juventus mendapatkan Suarez membuat manajemen si Nyonya Tua kini fokus kepada penyerang AS Roma, Edin Dzeko. Kabarnya, Juventus hanya perlu mengeluarkan 15 juta euro atau sekira Rp262,6 miliar untuk mendaratkan penyerang berpaspor Bosna & Herzegovina tersebut.

Namun, Dzeko yang selangkah lagi pindah ke Juventus, bisa saja batal mendarat di Stadion Allianz. Menurut laporan Football Italia, Minggu (20/9/2020), Dzeko batal ke Juventus jika AS Roma gagal mendatangkan penyerang Napoli, Arek Milik.

BACA JUGA: Andrea Pirlo Putus Asa Rekrut Luis Suarez ke Juventus

Awalnya Roma dan Napoli telah mencapai kata sepakat untuk transfer Milik. Untuk mendatangkan penyerang berpaspor Polandia itu, manajemen Roma mengeluarkan 25 juta euro atau sekira Rp437,7 miliar (termasuk bonus).

Football news:

Sharonov joined the coaching staff of Cyprus Paphos
Yuran headed Khabarovsk SKA
Brugge forward Dennis on goal for Zenit: I said that I only score grandees, but it was a joke
PSG defender Kimpembe Pro 1:2 with Manchester United: We can only blame ourselves
Lopetegui Pro 0:0 with Chelsea: Sevilla showed a good team game
Rashford on victory over PSG: Manchester United now have a strong position in the group
Nagelsmann victory over Istanbul: Not fully satisfied with the game Leipzig was fatigue, not the most effective pressure