Indonesia

Kapolda: Jangan Sekali-kali Sebar Hoaks

MAKASSAR, BKM — Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono mewanti-wanti pengguna media sosial (medsos) untuk tidak sekali-kali menyebar berita hoaks. Apalagi yang mengarah ke konflik serta ujaran kebencian.
”Saat ini ada tim cyber 24 jam yang berpatroli. Jika ada yang terbukti menyebar berita hoaks, polisi akan mengambil langkah dan tindakan tegas,” kata Kapolda pada Deklarasi Pemilu Damai di Anjungan City of Makassar Pantai Losari Jalan Penghibur, Minggu (16/9).
Deklarasi ini dilaksanakan menjelang pesta demokrasi pemilihan presiden (pilpres) dan legislatif (pileg) 2019 mendatang. Hadir seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel dan Makassar. KPU dan Bawaslu. Termasuk ketua parpol, pejabat TNI/Polri, serta ratusan masyarakat.
Dalam deklarasi ini, dibacakan pernyataan oleh seluruh ketua partai, KPU, dan Bawaslu. Mereka menyampaikan komitmen untuk mendukung pemilu yang aman, damai dan sejuk Sulsel. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan bersama, pelepasan balon serta burung merpati ke udara.
Menurut Kapolda, deklarasi pilpres dan pileg ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam menangani isu keamanan.
“Kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat, terkhusus bagi TNI-Polri yang sudah bekerja dengan baik menciptakan pilkada damai yang terlaksana serentak baru-baru ini, harus dipertahankan, ” kata Umar.
Untuk itu, pengalaman yang panjang itu telah terlewati. Sehingga saat ini tinggal mengimplementasikan kembali. Apa yang diterapkan pada pilkada serentak itu harus lebih ditingkatkan lagi.
“Kami imbau penyelenggara pemilu agar berkerja dengan netral. Begitupun dengan TNI-Polri. Kepada masyarakat, jangan mudah terprovokasi. Karena media sosial saat ini sangat mudah digunakan untuk menyebarluaskan berita hoaks,” imbuhnya.
Satu ketukan saja, lanjut Kapolda, bisa mempengaruhi ribuan masyarakat. Sehingga, jangan sekali-kali menyebarluaskan berita hoaks. Karena bisa dilacak oleh anggota.
Menurut Irjen Umar Septono, daerah Sulsel kini masuk dalam zona hijau pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia. Jauh berbeda dengan Sulsel dulu-dulunya, yang masuk di zona merah rawan konflik pelaksanaan pada kontestasi demokrasi.
“Sekarang Sulsel sudah masuk zona hijau Pemilu 2019. Progres kebaikan ini harus terus dijaga melalui dukungan masyarakat dengan tidak menyebar informasi hoax. Bagi pelaku penyebar informasi hoax akan ditindak tegas,” tandasnya.
Di hadapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Umar Septono mengajak netralitas TNI dan Polri dalam menjaga pelaksanaan Pemilu 2019 nanti. Khususnya bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dan tim suksesnya (rimses) guna menyampaikan program-program, bukan memprovokasi.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan apa yang disampaikan Kapolda Sulsel menjadi rambu-rambu bagi caleg dan timses untuk memperhatikan masa kampanye dengan mengutamakan program dan visi misi masyarakat.
“Pemilu adalah sebuah proses demokrasi. Tujuan kita adalah bagaimana menjaga Sulsel aman, damai, dan sejuk. Ini merupakan gagasan yang bagus dari Polda Sulsel mengajak seluruh lapisan menciptakan pemilu aman, damai dan sejuk,” ujarnya. (mat-rhm-arf/rus)

Football news:

Hazard will miss the match with athletic
Juventus are Interested in Jacko
Micah Richards: Arsenal need to keep the Forward. It can attract other top players
York on Keane's criticism of De Gea and Maguire: Roy himself was not perfect when he played. He should be more restrained
Setien on Griezmann: When he plays, I am asked about Fathi, and Vice versa. Antoine is important to Barca
Setien on the situation with Messi: I haven't heard anything from him. Everything else is speculation
Sane did not pose in the number 10 shirt out of respect for Coutinho