Indonesia

Kejagung Periksa Direktur di Kemendag Terkait Kasus Importasi Tekstil

Jakarta -

Kejaksaan Agung terus mengusut kasus dugaan korupsi importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai pada 2018-2020. Hari ini penyidik Kejagung memeriksa 3 saksi salah satunya Direktur Tertib Niaga pada Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI, Sihar Dadjopan Pohan.

"Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan 3 (tiga) orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Kewenangan Dalam Importasi Tekstil Pada Dirjen Bea Dan Cukai Tahun 2018 S/D 2020," kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, dalam keterangannya, Kamis (17/7/2020).

Adapun saksi yang diperiksa, yaitu Tjing Ful alias Elna selaku Direktur PT. Insani Mandiri Lestari, Sihar Dadjopan Pohan selaku Direktur Tertib Niaga pada Dirjan Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI. Terakhir Andreas D Meza selaku Pengelola Gedung Apartemen Pangeran Jayakarta.

"Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan guna mencari serta mengumpulkan bukti tentang tata laksana proses importasi barang (komiditas dagang) dari luar negeri khususnya untuk tekstil dari india yang mempunyai pengecuali tertentu dengan barang importasi lainnya, serta mencari fakta bagaimana prosedur yang diatur oleh Kementerian Perdagangan RI dan bagaimana pelaksanaan di lapangan (khususnya oleh bea cukai di Batam)," ujar Hari.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dalam importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai 2018-2020. Keempat tersangka merupakan pejabat di Bea-Cukai Batam dan satu lagi berlatar belakang pengusaha.

"Berdasarkan surat perintah penyidikan nomor 22 tanggal 27 April 2020 dan surat perintah penyidikan nomor 22 A tanggal 6 Mei 2020, pada hari ini menetapkan lima orang tersangka, empat masih pejabat aktif, yang satu pengusahanya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/6).

Selain Haryono, Adi, Kamaruddin, dan Dedi, dua tersangka dalam kasus ini adalah Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan KPU Bea-Cukai Batam inisial MM dan pemilik PT Flemings Indo Batam (FIB)-PT Peter Garmindo Prima (PGP) inisial IR.

Mereka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(yld/dwia)

Football news:

Crouch on Messi's goal: Genius. Only he is able to get up from the pitch, make three incredible touches and score
Ignashevich Pro 1:1 with Spartak-2: torpedo has no problems with the structure of the game. But without blows there are no goals
Gattuso on Pirlo's appointment in Juve: All right, he got it. Being a player and a coach are different things
Sergi Roberto on the Barcelona-Bayern match: It will be like the final
David Silva has agreed a 3-year contract with Lazio for 9 million euros. He will leave the city for free
Mertens Pro 1:3 with Barca: after Langle's goal, Napoli forgot how to play
Muller before Barca: anything can happen in a match of this level