Indonesia

Kelompok Cipayung Medan dan Bobby Nasution Bertemu, Ada Apa?

MEDAN - Gerakan #KolaborasiMedanBerkah terus melebarkan jangkauan. Kali ini, gerakan yang digagas Bobby Nasution tersebut berkolaborasi dengan Kelompok Cipayung Medan dalam membentuk ikon Kota Medan.

Dalam Pertemuan Kelompok Cipayung Medan tersebut, terdapat empat organisasi mahasiswa terbesar dan tertua di Indonesia yang turut hadir.

Diantaranya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).(BACA JUGA: Humas TGTPP COVID-19 Simalungun dan 4 Keluarganya Positif Corona)

Dari pertemuan itu, lahir komitmen bersama untuk berkolaborasi dijalin kedua pihak saat menggelar dialog di Kafe Rumah Pohon, Jalan Sei Belutu, Medan, Jumat (10/7/2020) sore. Hadir pula dalam diskusi tersebut akademisi UIN SU (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) Faisal Riza dan akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) Faisal Mahrawa.

Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution menyampaikan bahwa maksud diskusi ini bukan untuk mengajari rekan mahasiswa. Justru lewat diskusi ini dapat diperoleh aspirasi dan masukan dari sudut pandang aktivis mahasiswa.

Dalam prolognya, Bobby Nasution membahas terkait kiprahnya di ibukota atau beberapa tempat yang pernah disinggahi atau ditinggali. Menjawab keraguan terkait domisili, justru kiprah Suami Kahiyang Ayu di luar Medan menjadi nilai plus.

"Bukan sembarang di perantauan, tapi saya punya sesuatu yang akan saya terapkan di Medan kelak," kata Ayah Sedah Mirah Nasution itu.

Dia mengatakan, dari diskusi bersama itu, bakal dihadirkan program bersama untuk kemajuan Medan.(BACA JUGA: Tanpa Masker, Peluang Penularan Covid Bisa 75 Persen)

Sementara, Faisal Riza yang juga pengamat politik dan pemerintahan mengatakan, Kota Medan sudah selayaknya punya ikon yang akan mudah menggambarkan Kota Medan itu sendiri. Sebab dulu, Medan jelas disebut sebagai kota terbesar ketiga di tanah air. Namun hari ini hal itu hanya sebatas besar karena ukuran wilayah.

"Dulu ada tokoh sekaliber Adam Malik yang pernah jadi wakil presiden RI. Saya kira dari situlah nama besar Medan sebagai tiga besar nasional menjadi tenar dan dicap sebagai salah satu ikon di masa itu," kata Faisal Riza.

Faisal Riza pun menyebut dahulu, Medan ini sebagai tanah persinggahan tokoh-tokoh besar nasional. Mulai ulama mulia Buya Hamka, hingga Sjahrir pernah berkarya di Medan.

"Saya senang, sekarang tokoh yang sudah besar di ibukota pulang ke Medan untuk membangun," lanjut Faisal Riza.

Sementara itu Ketua Umum HMI Cabang Medan, Akbar M. Siregar mengaku telah lama menyampaikan kepada stakeholder soal identitas Kota Medan. Menurut penelitian mereka, Masyarakat Medan butuh ruang hiburan bermanfaat.

Maka itu, kelompok Cipayung berharap ada satu ide untuk mencari ikon Kota Medan, bukan hanya ikon tapi bisa menghidupi warga Medan. Oleh sebab itu, UMKM mesti dipikirkan sebab dalam potensi keramaian yang ada di Medan kesannya hanya menguntungkan pengusaha besar, sedangkan usaha yang kecil minim perhatian.

"Kita inginkan ikon kota yang mampu hidupkan aktivitas UMKM sebagai aktivitas ekonomi warga," ungkap Akbar.

Di samping itu, tambahnya masyarakat Medan menginginkan pula ikon yang mengandung nilai budaya di dalamnya. Ada pula nilai seni di ikon Kota Medan. Sebab itu, yang cukup terpenting tentu nilai wisatanya yang harus ada, sehingga Medan menjadi destinasi bagi banyak orang.

"Dari diskusi ini kami yakin Bang Bobby bisa mewujudkannya. Kami ingin ada blue print atau simposium yang bisa diterapkan. Itu akan memudahkan kerja Bang Bobby ke depan, dan kami siap membantu," lanjut Akbar.(BACA JUGA: Wabup Ngamuk Tak Dilibatkan dalam Pemerintahan, Ini Klarifikasi Kepala BKSDM Dairi)

Bobby pun menjawab hal yang dipaparkan Akbar sebagai suatu yang memang harus diusahakan.


"Bicara penciptaan ikon kota memang harus ada geliat hidup-menghidupkan. Kita akan usahakan ikon itu mencakup aspek ekonomi di dalamnya. Maka itu saya ajak kalian dari kalangan muda untuk ikut berkolaborasi bersama kami," papar Bobby.

Sementara Ketua Umum GMNI Cabang Medan Yesra Umar Hasibuan dan Ketua Umum PMKRI Cabang Medan Ferdinandus Manik kompak menyebutkan, selama ini kreativitas anak muda kurang mendapat wadah."Kami ingin Bang Bobby mewadahi anak muda untuk pembangunan," timpal Ferdinandus.

Menurut Yesra, maka dari itu kolaborasi dengan anak muda memang sangat penting untuk pembangunan dan perbaikan Kota Medan kedepan.

Menjawab hal itu, Bobby mengatakan sempat melakukan kunjungan ke Kabupaten Banyuwangi untuk belajar. Di sana, pemerintah setempat berhasil menggandeng anak muda untuk menciptakan pembangunan kreatif. "Hal itu sangat mungkin diterapkan di Medan," kata Bobby.

(vit)

Football news:

Nuno about 0:1 with Sevilla: Disappointment. Wolverhampton conceded too often in the final minutes
Immobile about Newcastle: They called my agent when the sheikhs bought the club
Liverpool are confident they will sign Tiago. The player has already agreed a contract and is pressing Bayern
Our judging = fear and helplessness. Instead of Kaloshin and Kashshai – a soulless system that does not care
Lothar Matteus: Messi is not enough to pass such a Bayern. I am not afraid of Barca
Thomas Tuchel: Mbappe will play Atalanta if nothing happens
Lille acquired 20-year-old forward David from Gent. He is the best sniper of the CONCACAF Cup