Indonesia

Keluarga Minta Polisi Tangkap dan Hukum Setimpal Pembunuh Editor Metro Tv

Merdeka.com - Keluarga masih tak menyangka Yodi Prabowo meninggal dengan cara dibunuh. Keluarga berharap pelaku pembunuhan ditangkap dan dijatuhkan sanksi setimpal.

"Dihukum setimpal, karena kan sampai meninggal," ungkap Dimas, adik Yodi, usai pemakaman di TPU Wakaf Sandratex, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Sabtu (11/7).

Dimas menerangkan, ada kenangan terindah keluarga pada Yodi yang empat tahun terakhir bekerja bekerja sebagai editor di Metro Tv.

"Kesan kebersamaan yang dekat banget, pas Lebaran bareng di tahun ini, sebelum-sebelumnya dia kerja terus selama Lebaran. Tapi ternyata itu, lebaran terakhir bersama," ucapnya.

Dimas mengakui Yodi jarang bercerita soal masalahnya. "Dia orangnya pendiam, engga pernah cerita kalau ada masalah. Suka nutup nutupin masalah," ungkap dia.

Sebelum ditemui meninggal dunia, Dimas mengaku menjumpai sejumlah hal berbeda, dari kebiasaan-kebiasaan sang kakak sebelumnya.

"Akhir-akhir ini almarhum sering ngaji setiap malam, salat malamnya jadi rajin," kata Dimas. [lia]

Football news:

Shakhtar forward Moraes before the semi-final with Inter: the Matches we always want
Ocampos on Sevilla – Manchester United semi-final: Historical confrontation. We're really hungry
Chelsea can give Bakayoko on loan to Milan for 3 million euros with the right to buy out for 35 million^. Milan intends to return Chelsea midfielder Tiemoue Bakayoko, who played for the Rossoneri on loan in the 2018/19 season
Lopetegui Pro 1-0 with Wolverhampton: Sevilla deserved to win against a very good team
Kashtru about the defeat of Basel: a Difficult match, but Shakhtar dominated almost all the time
Nuno about 0:1 with Sevilla: Disappointment. Wolverhampton conceded too often in the final minutes
Immobile about Newcastle: They called my agent when the sheikhs bought the club