Indonesia

Kemendikbud Dapat Apresiasi P2G, tapi Ini Catatan yang Harus Dibenahi

JawaPos.com – Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) mengapresiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) atas penambahan media aplikasi pembelajaran yang bisa dikunjungi siswa dan guru. Semula hanya 19 aplikasi belajar yang kini menjadi 61 aplikasi.

“Ini akan mendiversifikasi dan memperkaya pilihan siswa dan guru dalam belajar, sehingga layanan pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring akan lebih berkualitas,” terang Koordinator P2G Satriwan Salim kepada JawaPos.com, Selasa (27/10).

Meskipun begitu, pihaknya tetap meminta agar Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud hendaknya mengakumulasikan penyaluran kuota internet bagi guru dan siswa yang belum mendapatkan kuota bulan September dengan bulan Oktober.

“Ini sangat penting dilakukan agar dana besar tersebut terserap maksimal, dan bisa dimanfaatkan guru & siswa secara optimal. Sebab bantuan kuota ini benar-benar sangat membantu mereka dalam PJJ khususnya daring,” tambah dia.

Selain itu, perlu digarisbawahi bahwa relasi yang dibangun antara Kemendikbud dengan operator seluler tak hanya semata-mata relasi bisnis ekonomis, tetapi lebih kepada orientasi bersinergi membantu anak negeri di masa pandemi. Untuk itu kuota tidak perlu hangus jika masa aktif kuota habis.

“Tetapi sisa kuota yang tak terpakai, masa hangusnya diperpanjang sampai Desember, sesuai dengan usia program nasional ini. Agar kuotanya benar-benar dimanfaatkan maksimal dalam PJJ, mengingat angkanya yang super jumbo Rp 7,2 triliun,” jelas dia.

Selain itu, perubahan skema menjadi blacklist juga dirasa lebih bagus dibandingkan dengan pemisahan kuota belajar dan kuota umum. Sebab, akan memperkaya akses internet siswa dan guru dalam PJJ.

“Semua akses internet boleh dibuka, kecuali yang dilarang (black list). Ditambah keluhan selama ini tentang sedikitnya kuota umum yang diberikan,” kata Satriwan.

Kemudian, masih adanya penyaluran yang terkendala atau belum tersampaikan pada warga pendidikan, baiknya Kemendikbud memperpendek dan menyederhanakan teknis administrasi penyaluran kuota.

“P2G meminta KPK sebagai lembaga antirasuah mengawasi dengan ketat semua proses penggunaan anggaran jumbo Rp 7,2 triliun untuk kuota. Mulai dari kerjasama Kemendikbud dengan operator seluler sampai kepada pendistribusiannya, agar terserap maksimal dan tepat sasaran,” pungkas dia.

Football news:

Wilshire about the lack of Ozil in the application of Arsenal: I'm surprised. He can play for any club in the Premier League
What to read about Maradona: how the Church named after Diego appeared, why he admired an unknown football player, how he got involved with drugs
God is dead. Sports media of the world mourn Maradona
Mourinho about Klopp's words about dissatisfaction with the Premier League calendar: He came in 2015, I-in 2004. Nothing changes
Chelsea want to activate the option to extend their contract with Silva. The club is happy with the defender
Zidane adapted perfectly to the losses and outsmarted Conte in everything. Hazard finally lit up in the top match
Nani: the Fans love Bruno. He is not afraid to take risks and only thinks about the success of Manchester United