Indonesia

Ketua JFC Senang, Daerah Lain Termotivasi Membentuk Akademi Sepak Bola Gratis Bagi Anak Tidak Mampu

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COMRafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Sosok Frans Idrus menjadi inspirasi bagi orang lain di berbagai daerah khususnya bagi pecinta sepak bola yang fokus ke pembinaan.

Frans membentuk akademi sepak bola gratis khusus untuk anak-anak muda berbakat yang tidak mampu secara ekonomi, akademinya bernama Jogja Football Camp atau dikenal dengan JFC.

Bukan hal mudah tentunya, dan butuh pengorbanan serta keberanian. 

Bagaimana tidak, Frans rela merogoh kocek, menganggarkan biaya pensiunannya saat menjadi pegawai PLN Yogyakarta untuk membiayai akademi ini yang beralamat di Kelurahan Sidorejo, Kulon Progo ini.

Niat baiknya pun disambut baik oleh masyarakat bahkan pemerintah setempat. 
Lurah setempat bahkan memberikan fasilitas lapangan secara gratis untuk dipakai oleh pihaknya.

Tak hanya itu, kabar baik yang sampai ke telinga Pemerintah Kabupaten Kulon Progo ini membuat Wakil Bupatinya, Fajar Gegana hadir langsung di peresmian akademi, 6 November 2020 lalu ini.

"Memang Kabupaten Kulon Progo paling tertinggal di bidang sepak bola dibandingkan kabupaten lain ya. Namun terpenting adalah konsep kami dimana ingin mengembangkan bakat anak-anak tak mampu yang punya talenta sepak bola, ini pula yang di dukung oleh pemerintah Kabupaten. Harapannya ada anak-anak dari sini masuk ke klub-klub Indonesia bahkan membela tim nasional," ucap Frans kepada Warta Kota, Selasa (1/12/2020).

Lanjut Frans, mayoritas anak akademi yang lolos pun anak-anak Kulon Progo yang bakatnya begitu potensial, sehingga Frans yakin anak-anak akademi JFC akan mengharumkan nama daerah Kulon Progo lewat prestasi sepak bola nantinya.

Frans menjelaskan, pihak pemerintah pun siap mendukung langkah yang dilakukan olehnya dalam membentuk akademi sepak bola gratis.

Meski secara swadaya, Frans yakin betul dirinya mampu mewujudkan tekad anak-anak akademi yang tidak mampu secara finansial untuk menjadi pesepak bola.

Kisah ini pun disebut Frans mendorong teman-temannya di daerah lain ingin melakukan hal sama.

"Saat ini sudah ada teman-teman dari luar daerah seperti Solo dan Medan yang ingin membentuk akademi seperti ini. Semakin banyak tentu semakin baik. Karena potensi pesepak bola banyak dari anak-anak yang tidak mampu. Itulah yang kami ingin bantu," terangnya.

Menurutnya, para pencari bakat dari klub pun nantinya akan dimudahkan dengan adanya akademi sejenis. 

"Programnya tidak jauh berbeda dengan akademi pada umumnya. Hanya saja kami merekrut anak-anak yang tidak mampu namun bakatnya di sepak bola begitu potensial. Dan masuk ke sini juga lewat seleksi ketat. Murni yang paling berbakat. Kami ingin membantu mereka meraih impian sebagai pesepak bola," tutupnya.

Football news:

Leonardo: I don't think Tuchel's resignation was a surprise. PSG simply anticipated the events
Milan will announce the signing of Mandzukic and Tomori this week
Leonardo on Messi at PSG: We are not at the negotiating table, but the chair is reserved. Such a player is always on our lists
Leonardo on the contracts of Neymar and Mbappe: We are not going to beg them to stay. But I have a good feeling
Boca Juniors won the Diego Maradona Cup by beating Banfield on penalties
Man City, Barcelona and Bayern have congratulated Pep on his 50th birthday
Solskjaer parked the bus at Anfield, as Mourinho did. Ins about the match Liverpool - Manchester United