Indonesia

Kisah Muslim Rohingya Disiksa hingga Terdampar ke Aceh

PULUHAN pengungsi Rohingya yang mayoritas muslim terdampar ke Aceh Utara, pada 23 Juni 2020. Mereka sebenarnya dalam pelayaran menuju Malaysia. Tapi, di balik perjalanan ada kisah kelam yang mengindikasikan perbudakan modern.

Beberapa pengungsi mengaku pergi melalui kaki tangan agen dan harus bekerja seumur hidup untuk melunasi utang perjalanan. Salah satunya, Muhammad Yusuf.

Muhammad Yusuf berasal dari Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Di sana, anak kedua dari 14 bersaudara ini bekerja sebagai tukang becak untuk membantu ekonomi keluarga.

 Baca juga: Tampilan Kompak Busana Muslim ala Mualaf Michael Ruppert dan Adin Lubis

Namun, pada 2008 dia kabur setelah dua adiknya meninggal saat terjadi konflik dengan tentara pemerintah Myanmar. Rangkaian kekerasan di sana disebut oleh penyelidik PBB sebagai "contoh sempurna pembersihan etnis".

Sebagaimana para pengungsi Muslim Rohingya lainnya, Yusuf menuju Bangladesh. Negara itu memberi tempat penampungan bagi komunitas Rohingya, yang kini menjadi kamp pengungsi terbesar di dunia.

Sekitar satu juta etnis Rohingya berada di Cox's Bazar.

"Saya lari ke Bangladesh untuk bekerja serabutan seperti menjadi tukang cuci pada warung-warung," kata Muhammad Yusuf melalui penerjemah seperti dilansir dari laporan BBC News Indonesia, Senin (13/7/2020).

 ilustrasi

Kapal pengungsi Rohingya di Aceh (BPBA)

Di kamp pengungsian dia cuma bisa makan seadanya, sementara kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan sangat tak layak. Apalagi mereka sekeluarga berjumlah cukup banyak.

Kondisi ini yang melatari ia dan orang Rohingya lain ingin keluar dari kamp dan mencari pekerjaan ke seberang lautan. Keinginan inilah yang belakangan justru membuatnya harus menggadaikan nyawa.

Bayar utang perjalanan sampai mati

Melalui kenalan, dia berkontak dengan seorang agen yang menjanjikan pekerjaan di Malaysia. Agen itu bersedia membayar uang perjalanan yang setara dengan Rp50 juta. Uang itu harus dicicilnya seumur hidup.

"Saya pergi setelah ditawari pergi oleh seorang agen yang katanya akan memberikan pekerjaan. Tapi saya harus membayar utang perjalanan seumur hidup. Utang ini baru akan lunas jika saya mati," tambah Yusuf.

Jika ia telah berhasil tiba di Malaysia dan mendapatkan pekerjaan, keluarga lainnya juga akan disuruhnya untuk datang, agar mereka dapat hidup yang lebih baik jika sudah mendapatkan pekerjaan.

"Nanti mereka di sana juga saya suruh datang ke Malaysia, di pengungsian juga banyak orang yang ingin kabur dari kamp dan bekerja di Malaysia," jelas Yusuf.

Hal serupa juga dikatakan oleh Muhammad Bilal, seorang pengungsi Rohingya lainnya. Dia mengaku tidak membayar untuk perjalanan ini. Namun setibanya di Malaysia, dia mengaku harus bekerja untuk melunasi utang serta membiayai tiga orang anak dan satu istri yang kini masih berada di kamp pengungsian Bangladesh.

"Tidak bayar naik kapal, nanti bayar kalau sudah cari kerja di Malaysia. Sekarang tak bayar karena tak punya uang, tapi nanti baru bayar kalau sudah bekerja," kata Bilal melalui penerjemah.

Beberapa orang mati dan dibuang ke laut

Di kapal, kisah pilu Muhammad Yusuf dan para pengungsi Rohingya lainnya berlanjut.

 Baca juga: Kamaru Usman, Muslim Juara UFC yang Ikuti Jejak Khabib Nurmagomedov

Yusuf mengaku para pengungsi Rohingya disiksa oleh sembilan orang Burma dari Myanmar, negara yang mengusir orang-orang Rohingya. Mereka, menurut Yusuf, memiliki senjata api dan senjata tajam lainnya

"Stok makan kita diatur oleh orang Burma, dari makan satu hari sekali, sampai makan empat hari sekali.

"Saya sempat dipukul dengan besi tajam, dihantam dengan kayu di punggung, sampai ditendang di bagian muka," tutur Yusuf.

Muhammad Nabi, pengungsi Rohingya lainnya, mengaku juga menerima perlakuan tersebut.

Dia mengklaim sempat dipukul dan disiram dengan air panas dari mesin oleh sekumpulan orang Burma yang mengoperasikan kapal, saat meminta makanan dan minuman karena dahaga.

"Saya minta makan, saya minta minuman, tapi dibilang bodoh oleh orang Burma, kemudian disiram air panas," kata Muhammad Nabi sambil menunjukkan bekas luka pada bagian kaki kanan.

Siksaan itu berakibat fatal pada sejumlah pengungsi Rohingya.

"Beberapa lainnya mati di laut. Karena itu, kami tersisa 99 orang," kisah Yusuf.

Football news:

Casemiro: bale is the top 3 in the world at his best level. But we must admit that he is not in the best shape right now
Ferran Torres: Every player wants to be in the attacking team, and city are one of the most attacking teams in the world
Manchester City have announced the transfer of Ferran Torres from Valencia
German Count Zeppelin, heated underpants and Herbert Chapman. The final that started the great Arsenal of the 1930s
Klopp has signed a contract with adidas. Liverpool have an agreement with Nike
Jose Mourinho: Casillas and I have a good relationship. Over the years, they developed into an honest friendship
Tottenham will buy Heybjerg from Southampton for 15 million pounds. And will release Walker-Peters for $ 12 million. Southampton Midfielder Pierre-Emile Heibjerg is close to changing clubs