Indonesia

Kokedama, Seni Tanaman Hias asal Jepang Bisa Jadi Solusi Usaha Hadapi Resesi Pandemi

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, masyarakat dikejutkan dengan harga tanaman Janda Bolong (Monstera Adansoni) yang bisa mencapai puluhan juta rupiah. Tren tanaman hias memang kerap berubah, bahkan kian cepat berubah di masa pandemi. Bisnis tanaman hias juga seolah menjadi perkecualian, karena justru menggeliat di saat sektor usaha lain terhempas oleh Pandemi Covid-19.

Namun kini, mulai muncul tren baru dalam bisnis tanaman hias, yakni Kokedema. Berbeda dengan Janda Bolong ataupun kaktus, Kokedama sebenarnya adalah metode tanaman seperti halnya bonsai.

"Kokedama ini adalah metode penanaman hias dari Jepang. Secara bahasa gabungan dari dua kata. Yakni Koke yang artinya lumut; dan Dama yang artinya bulatan," ujar Hidayah Murtyaningsih, Kepala Laboratorium Faperta UM Jember kepada Merdeka.com pada Jumat (30/10).

Sekilas, Kokedama terlihat lebih rapi dan bersih serta cocok untuk penghias rumah, baik indoor maupun outdoor. Proses pembuatannya pun relatif lebih lebih cepat dibandingkan bonsai.

Tertarik akan peluang tersebut, Hidayah bersama beberapa rekannya dari Faperta UM Jember kemudian turut mengembangkan Kokedama untuk membantu pengembangan kewirausahaan masyarakat. Mereka memilih masyarakat di Desa Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember untuk pengembangan tanaman hias lewat metode Kokedama.

"Kalau kita edukasi masyarakat hanya dengan tanaman hias saja akan kurang menarik. Karena itu terpikir ide untuk mengemasnya dengan metode Kokedama," papar Hidayah.

Tim tersebut beranggotakan sembilan orang yang terdiri dari dosen tiga jurusan yang ada di Faperta UM Jember yakni Agribisnis, Agroindustri, dan Teknologi Industri Pertanian. Mereka perlu melewati serangkaian proses trial and eror sampai ditemukan rumusan yang tepat untuk dikembangkan di masyarakat.

kokedama seni tanaman hias asal jepang

©2020 Merdeka.com/Muhammad Permana

"Akhirnya kita bisa kembangkan 4 jenis varietas yaitu tanaman sukulen, anggrek, golongan sansevieria, dan golongan adam hawa," papar Hidayah.

Kokedama dibentuk dengan mencampur tanaman yang dipilih dengan tanah bonsai dan lumut. Kemudian tanaman diikat dengan tali goni membentuk bulatan. Semua tanaman bisa digunakan metode ini terutama yang berukuran kecil. Misalnya, tanaman Anggrek diberi media tanam arang kemudian dilapisi sabut kelapa.

Kokedama bisa menghiasi meja ruang tamu atau diletakkan di pot menggantung di depan rumah tanpa takut kotor oleh tanah. Bersama binaannya, Tim Laboratorium Faperta UM Jember telah memasarkan tanaman Kokedama ke masyarakat Jember dan sekitarnya.

Sejauh ini, golongan sirih gading dan janda bolong menjadi jenis tanaman Kokedama yang paling banyak diminati. Hal ini bisa dimaklumi, karena kedua jenis tanaman hias daun tersebut memang sedang tren di masyarakat sejak masa pandemi.

kokedama seni tanaman hias asal jepang

©2020 Merdeka.com/Muhammad Permana

"Kita sampai kekurangan stok untuk 2 jenis tanaman tersebut karena banyaknya permintaan," ujarnya.

Satu paket tanaman yang diberi label KokedamaMU ini dibandrol dengan harga berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp50 ribu, tergantung jenis tanaman. Khusus untuk Anggrek harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Untuk pengembangan, Laboratorium Faperta kini sedang menjajaki kemitraan dengan pedagang bunga yang ada di Jember.

"Rencana nanti akan kita kemas Kokedama ini secara terpisah antara tanaman, media tanam dan mossnya sehingga konsumen bisa merakit sendiri di rumah," pungkas Hidayah. [bal]

Football news:

Farewell to Maradona in Argentina: there were only relatives, buried next to their parents
Maradona was buried near Buenos Aires next to his parents
Mourinho on Maradona: We can find his football on Google, but we won't find Diego there. I miss him
Fabio Capello: against such a mediocre Real Madrid, Inter could have played better
Ibrahimovic met with the Swedish national team coach in Milan
Тот Tottenham midfielder Winks scored from 49 yards. This is the 3rd result in the Europa League, all - in this draw
This miss will hurt all men: Molde player missed from half a meter and drove into the bar