Indonesia

KPK Jebloskan Mantan Kepala BPJN XII ke Lapas Samarinda

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan mantan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Kementerian PUPR Reffly Ruddy Tangkere, ke Lapas Klas IIA Samarinda, Kamis (13/8) kemarin. Ruddy divonis bersalah karena menerima suap terkait pengadaan proyek jalan di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018-2019.

“Jaksa eksekusi Andry Prihandono telah melaksanakan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Samarinda Nomor 10/Pid.Sus-TPK/2020/PN tanggal 17 Juni 2020 atas nama Terdakwa Reffly Ruddy Tangkere dengan cara memasukkan terpidana ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (14/8).

Baca juga: KPK Tetapkan Kepala BPJN XII PUPR Refly Ruddy Sebagai Tersangka

Selain hukuman empat tahun penjara, Ruddy juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 250 juta subsider empat bulan kurungan dan uang pengganti senilai Rp 620 juta, yang harus dilunasi satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Jika uang pengganti tersebut tidak dilunasi dalam waktu satu bulan, maka harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama delapan bulan,” ucap Ali.

Selain itu, KPK juga mengeksekusi mantan Pejabat Pembuat Komitmen di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional XII Andi Tejo Sukmono ke Rutan Klas IIA Samarinda. Terpidana terbukti bersalah
untuk menjalani pidana penjara selama lima tahun dikurangi selama berada dalam tahanan.

“Selain itu, diwajibkan untuk membayar pidana denda sejumlah Rp300.000.000 subsidair empat bulan kurungan,” ucap Ali.

Selain itu, Andi Tejo juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp2.318.083.148 selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh hukum tetap. Jika dalam waktu tersebut Terdakwa tidak membayar uang pengganti maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dalam hal Terdakwa tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama satu tahun dan empat bulan,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Football news:

Gundogan about the APL: It's hard to score 100 or 98 points every year, but we need to if we want to fight for all the titles
Havertz on Klopp: a Great coach. He has achieved a lot at Liverpool, but is hungry to win and wants to win even more
Zinedine Zidane: Real Madrid will have a chance to win trophies if we play as we did after the quarantine
Solskjaer on penalty: Tough decision. De Gea made an incredible save, but the rules are the rules
It's time to learn the names of new Borussia heroes. Now there are 17-year-old boys making goals
Paulo Fonseca: it's Important to bring Smalling back to Roma. We have only 3 Central defenders
Arteta about 2:1 with West ham: Arsenal made life difficult for themselves with losses, but they fought and believed in victory