Indonesia

KPU Harus Beri Tanda Mantan Napi Korupsi di Surat Suara

JawaPos.com - Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan Peraturan KPU (PKPU) 20/2018 tentang pencalonan mantan narapidana kasus korupsi. Kemudian bandar narkoba dan pelaku kejahatan seksual terhadap untuk maju sebagai calon legislatif.

Sejumlah aktivis pemilu dan antikorupsi meminta KPU untuk memberikan tanda kepada meraka yang merupakan mantan terpidana.

Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil mengatakan, pihaknya menghormati putusan MA yang membatalkan PKPU 20/2018. Namun jika masih ada partai politik yang mencalonkan mantan narapidana korupsi atau lainnya dapat diberikan tanda di kertas suara.

"Kalau masih ada parpol yang mengusung mantan napi korupsi, KPU harus menandai dalam kertas suara. Itu harus dilaksanakan," kata Fadli di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta Selatan, Minggu (16/9).

Menurut Fadli, KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu harus menghoramati putusan MA. Namun dibalik itu, MA juga harus siap menerima kritik yang bersifat akademik.

Fadli meminta agar MA segera mengeluarkan salinan putusan PKPU 20/2018. Ini dilakukan agar KPU dan masyarakat dapat mengkaji putusan tersebut.

"Agar kemudian masyarakat bisa menilai pertimbangan hukum MA," paparnya.

Senada, Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz menegaskan, memang KPU harus menandai mantan terpidana yang menjadi caleg dalam Pemilu 2019. Ini agar masyarakat dapat memilih orang yang berintegritas.

"Misal diberi tanda merah atau tanda kurung kalau dia mantan terpidana korupsi dan lainnya," ucap Donal.

Jika nantinya terdapat tanda pada kertas suara, sambung Donal, itu akan merugikan partai politik yang mencalonkan caleg mantan terpidana korupsi.

"Komitmen ini harus ditunjukkan oleh partai politik agar tidak merugikan, maka tidak mencalonkan mantan napi sebagai caleg," pungkasnya.

(rdw/JPC)

Football news:

This is the best Milan in years: superkambekom with Juve (3 goals in 5 minutes!) saved the intrigue in Serie A
Zlatan Ibrahimovic: I am the President, player and coach! If I had been in Milan since the start of the season, we would have taken the scudetto
Sarri on the defeat by Milan: we played first-class football for 60 minutes. Then-turbidity
Pioli on the victory over Juve: Milan became a team. We can play even better
Pioli beat Juventus for the first time as a coach
Vardy has scored 10 goals for Arsenal in Premier League matches. Only Rooney has more
Ronaldo scores or gives an assist in 17 consecutive Serie A matches, where he scored 25 (21+4) points