Indonesia

KPU Usul Ketentuan 'Putusan MK Bersifat Final' Ditulis di UU Pemilu

Jakarta -

Komisioner KPU Ilham Saputra mengusulkan agar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang bersifat final dan mengikat ditulis di Undang-Undang tentang Pemilu yang tengah dibahas DPR. Ilham menilai aturan itu penting ditulis agar tidak ada pihak yang bisa mengganggu putusan MK terkait Pemilu., atau data pembanding hasil Pemilu, karena hasil dari Mahkamah Konstitusi itu adalah final dan binding (mengikat)." ujar Ilham di peluncuran buku Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) yang berjudul 'Pemilu Serentak 2019: Catatan Pengalaman Indonesia' yang disiarkan secara online, Minggu (12/7/2020).

Ilham lantas menyinggung persoalan mantan komisioner KPU Evi Novida Ginting. Dia menilai putusan DKPP tidak searah dengan putusan MK terkait Pileg di Kalimantan Barat.

"Jadi mohon maaf Pak Afif jika ada rekomendasi kembali setelah MK, maka seperti yang kami keluarkan kasus di Kalimantan Barat, yang Bu Evi di divisi teknis dianggap melakukan kesalahan etik ini jadi soal, karena menurut kami putusan MK itu final dan mengikat, sehingga walaupun kemudian dianggap DKPP ketika itu ada persoalan, atau merah kesalahan sebelumnya, tapi itu adalah masalah dari konstitusi bahkan MK kemudian menghitung kembali dan menyatakan ini lho keputusan MK," ucapnya.

Menjawab hal itu, anggota Bawaslu Afifuddin menjelaskan bahwa putusan DKPP sudah sesuai aturan. Dia menegaskan Evi menyalahi aturan teknis Pilkada di Kalbar.

"Kita paham sengketa hasil di Kalbar kan gini, putusan MK mengevaluasi perolehan suara yang kalau itu dijumlahkan hasil situnya itu masih merah kira-kira gitu, nah itu kemudian pasca-putusan MA, kalau A dan B, kalau total suara 1.000 kalau satunya 1.700 kan harusnya sisa 300, baru kemudian tidak merah, yang terjadi kemarin satunya dikoreksi satunya dirubah," katanya.

"Jadi tidak sinkron tidak berubah, katakan lah jadinya 600 sama 500 jadi 1.100 begitu ini putusan MK dieksekusi sama KPU, saat eksekusi dilakukan teknis adiminstrasi pengeksekuasian yang dianggap salah, ini sama aja kaya pelanggaran administrasi. Jadi nggak semua kasus yang melibatkan jajaran Pak Ilham itu deffensif, tidak juga, banyak juga faktor salah tulis, begitu salah tulis maka pijakannya kepada C1 pleno yang periode ini kita dokumentasikan," sambungnya.

Football news:

The Bayern coach who destroyed Barca. He was on Lev's staff at 7:1 in Brazil
Barcelona offered Pochettino a 1+1 contract. The club is in contact with Allegri and Henri
Call me Neptune. Ronaldo dived to a depth of 14 meters
Abidal may be dismissed from Barca after Setien. He supports the coach even after 2:8 from Bayern
The city has finally raised a star of its own. Pep calls foden the main talent of his life and is looking for an optimal position for Him
Emre belezoglu finished his career at the age of 39
Barcelona has spent almost a billion euros on transfers over 5 years. That's who the money went to