Indonesia

Kritik Tajam Ari Ditujukan kepada Para Tokoh KAMI

jpnn.com, JAKARTA - Latar belakang nama-nama tokoh yang mendukung deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) cukup familiar bagi sebagian besar rakyat Indonesia.

Umumnya, dikenal lewat kiprah mereka sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu. Beberapa tokoh memang sudah sudah moncer namanya.

Sebagian di antaranya dikenal sebagai sosok yang rajin melontarkan kritik ke pemerintahan Joko Widodo.

Namun menurut pengamat komunikasi politik Ari Junaedi, kritikan yang dikemukakan sejumlah tokoh itu mengesankan 'mereka selalu benar'.

Hal tersebut cukup melekat dalam ingatan masyarakat.

"Saya kira publik akan paham jika nama-nama seperti Din Syamsuddin, Rocky Gerung, Ichsanuddin Noorsy dan Said Didu berada di blok yang selalu beranggapan 'mereka pasti benar'," ujar Ari kepada jpnn.com, Selasa (4/8).

Dosen di Universitas Indonesia ini kemudian mengajak para tokoh pendukung deklarasi KAMI, mencoba mendengar suara rakyat. Agar memahami apa yang sebenarnya paling diinginkan masyarakat.

"Cobalah mendengar suara keheningan dari warga Bengkayang di pelosok Kalimantan Barat, aspirasi warga Pulau Sembilan di Kotabaru, Kalsel atau tidak usah jauh-jauh, suara orang Kedung Suren di Kaliwungu Selatan, Kendal, Jawa Tengah," ucapnya.

Football news:

In the Premier League now give a penalty for almost any hit of the ball in the hand in the penalty area. Neither the players, nor the coaches, nor, it seems, the referees themselves like this
Granada's sponsor posted a picture of Joao Felix's heat map in the form of a penis after 1-6 with Atletico. Andalusians demand an apology
Safonov, Chalov and Magkeev were called up to the Russian U21 team for the matches against Estonia and Latvia
Khabib was ranked seventh in the ranking of the best-selling athletes of 2020. First place for Messi, second — for Ronaldo
Dzeko to the Juventus referee: it's always the same with them
Rhodri about 2:5 with Leicester: they were lucky. Football was unfair to Manchester City
Koeman changed the Barca scheme: it seems that the attacking stars and Frankie De Jong have become more comfortable (but we will not overestimate the result)