Indonesia

Lazismu Salurkan Bantuan Ketahanan Pangan Tahap 2 Senilai Rp 18,053 M

Jakarta -

Lazismu bersama Muhammadiyah COVID-19 Command Centre (MCCC) menyalurkan bantuan tahap kedua secara serentak. Sebanyak 765 kantor layanan Lazismu seluruh Indonesia mendistribusikan bantuan sebesar Rp 18,053 miliar dari hasil penghimpunan Rp 21.179 miliar.

Bantuan disalurkan dalam bentuk paket-paket program pencegahan COVID-19 seperti Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 43.403 pcs, hand sanitizer 17.056 botol, tempat cuci tangan dan sabun 1.300 set, masker 151.627 pcs dan paket penyemprotan disinfektan sebanyak 8.107 paket.

Bantuan dalam bentuk yang lain seperti takjil dan multivitamin sebanyak 77.585 paket, sembako sejumlah 68.669 paket, untuk santunan sebanyak 7.447 paket sedangkan konten, informasi dan edukasi sebanyak 7.084 paket.

Ketua Lazismu Pusat Hilman Latief mengatakan Lazismu bersama majelis, lembaga, dan ortom telah melaksanakan program sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

"Salah satu kegiatannya menjelang Idul Fitri sebagai program ketahanan pangan tahap dua masih dalam kerangka emergency, yaitu melakukan pendistribusiaan paket bantuan yang dilakukan Lazismu secara nasional," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2020).

Hilman menambahkan total rencana bantuan yang akan disalurkan selanjutnya dalam bentuk sembako lebih dari 113.000 paket. Selain warga terdampak, ada ribuan masjid yang dibantu Lazismu dan MCCC di berbagai daerah.

Tak terkecuali rencana penyaluran bantuan santunan untuk program bakti guru sebanyak 1.488 paket, bantuan untuk guru ngaji (ustaz) sejumlah 1.680 paket, santunan duka meninggal akibat COVID-19 sebanyak 100 paket, takjil dan multivitamin sebanyak 20.100 paket, penyemprotan disinfekan masjid 1000 paket, pencegahan COVID-19 sebanyak 7.794 paket dan program paket lainnya sebanyak 30 paket.

"Apresiasi saya sampaikan kepada lembaga-lembaga yang telah bermitra dengan Lazismu serta para donatur yang memercayakan donasinya kepada Lazismu," paparnya.

Diungkapkannya, program ketahanan pangan yang masih berlangsung sampai Ramadhan tahun ini merupakan program jangka menengah yang sudah dirancang oleh Lazismu.


Terlepas dari fakta dan situsasi yang ada belakangan ini, termasuk adanya kebijakan pelonggaran, Hilman mengajak semua harus tetap waspada dan hati-hati karena pandemi ini belum sepenuhnya berakhir.

"Sekali lagi, yang difokuskan Lazismu adalah dari sisi ketahanan pangan. Langkah-langkahnya ke depan yang dilakukan adalah bagaimana memanfaatkan lahan-lahan yang ada untuk ditanami tanaman yang menghasilkan pangan," ujar Hilman.

"Lazismu tidak berhenti sampai di penyaluran bantuan, namun dalam situasi yang seperti ini dibutuhkan langkah-langkah strategis dengan tetap melaksanakan program dengan sikap antisipatif," tutupnya.

(mul/mpr)

Football news:

Fabregas on the best coaches in their careers: Guardiola, Mourinho and Wenger. The way Jose played with my mind was unbelievable
Napoli will extend the contract with Gattuso until 2023
Henri knelt for more than 8 minutes in the first match in charge of Montreal, honoring the memory of George Floyd
Kalu moved from Herta to Botafogo
Goalie of the banner of Labor, who was hit by lightning: everything is good at the moment. Back soon
Ole Gunnar Solskjaer: I Think it was a penalty against Aston Villa
Philadelphia played in t-shirts with the names of black people who died at the hands of the police