Indonesia

Lithium Ada di Ratusan Ribu Bintang Mirip Matahari

Lithium ditemukan di ratusan ribu bintang mirip matahari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lithium menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Ini merupakan bahan utama dalam baterai ponsel, hingga kendaran listrik.

Namun, tahukah Anda dari mana lithium berasal? Sebuah studi baru yang dipimpin oleh Zhao Gang dan Yerra Bharat Kumar dari Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan Cina (NAOC) memberi pemahaman baru tentang bagaimana lithium dibuat dan dihancurkan.

Para peneliti mempelajari kandungan lithium dari ratusan ribu bintang mirip matahari untuk memahami bagaimana unsur berubah seiring waktu di bintang. Lithium disebut sebagai elemen yang istimewa. Studi menantang gagasan bahwa bintang seperti matahari hanya menghancurkan lithium melalui kehidupan mereka.

“Pengamatan kami menunjukkan bahwa mereka benar-benar membuatnya nanti dalam kehidupan mereka, setelah mereka membengkak menjadi raksasa merah. Ini berarti bahwa Matahari sendiri juga akan memproduksi lithium di masa depan," ujar Kumar, seperti dilansir Phys, Selasa (7/7).

Lithium adalah salah satu dari tiga elemen yang diproduksi dalam Big Bang. Materi ini akan hancur dengan sangat mudah di dalam bintang-bintang yang memiliki kondisi terlalu panas untuk bertahan hidup, sehingga konten lithium umumnya berkurang dengan bertambahnya usia bintang.

Karena lithium adalah elemen yang sangat sensitif, sangat berguna untuk memahami bintang. Ini bertindak sebagai pelacak untuk apa yang terjadi di dalam bintang.

Para peneliti menggunakan data dari survei spektroskopi bintang besar Tiongkok berdasarkan The Large Sky Area Multi-Object Fiber Spectroscopic Telescope (LAMOST). Survei tersebut saat ini sedang membangun basis data spektrum sepuluh juta bintang.

Penelitian ini juga menggunakan data dari survei bintang Australia yang dikenal sebagai Galah. Kumar mengatakan dengan melihat cahaya bintang, dapat diketahui dari apa bintang-bintang itu dibuat. Model menunjukkan bahwa teori saat ini tentang bagaimana bintang berevolusi sama sekali tidak memprediksi produksi lithium ini.

Sementara itu, Gang mengatakan temuan dalam studi akan membantu lebih memahami dan memodelkan bintang-bintang seperti Matahari. Ia menyebut bahwa lithium yang baru dibuat akan berakhir meledak dalam angin bintang.

“Itu juga akan membantu kita memahami bagaimana bintang-bintang ini berkontribusi pada konten lithium di galaksi kita, dan ke planet-planet seperti Bumi," jelas Zhao.

Football news:

Manchester City will receive 15 million pounds after the transfer of Sancho to Manchester United
Buffon-Casillas: without you, everything would be less important
Ake arrived in Manchester to undergo a medical for city. He will be bought for 39 million pounds
Sancho's salary at Manchester United is 17.6 million euros a year. In Borussia, he receives 6 million rubles. Borussia Dortmund Midfielder Jaydon Sancho has agreed with Manchester United about the size of a paycheck
Hasenhuttl is the best coach in the Premier League in July. He is the first Austrian to receive this award
Real can sell Hames to Atletico for 10-15 million euros (El Golazo de Gol)
Henrik Larsson on racism: I hope that we will be able to eradicate this huge problem. Evil will never overcome good