Indonesia

Mahasiswa UMSurabaya Persembahkan Alat Penangkal Corona Otomatis

SURABAYA - Mahasiswa Fakultas Teknik Univeristas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), mempersembahkan alat penangkal Corona otomatis. Alat tersebut cukup sederhana yakni berupa alat cuci tangan otomatis. Menariknya, penggunaan alat ini tanpa sentuh dan sudah dilengkapi dengan kran air, sabun dan pengering tangan.

Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil UMSurabaya, Cahyaningrat Adhi Pratama, mengatakan penggabungan tiga fungsi sekaligus dan tanpa sentuh tangan bertujuan untuk meminimalisir penularan virus Corona.

"Cara kerjanya kontrolnya sederhana. Yaitu menggunakan really yang menerima output dari sensor, kemudian sensor menerima deteksi dari tangan dan mengirim input kepada really. Kemudian menghidupkan pompa yang bisa menjalankan sabun, air maupun pengeringan," katanya disela peluncuran di UMSurabaya, Kamis (6/8). (Baca juga: Jaga Prestasi, Kompetisi Nasional MIPA Diikuti 2.437 Peserta)

Alat yang juga memiliki keistimewaan mobile able, charge able dengan power supply AC/DC itupun mudah dipindah dari satu tempat ke tempat lain. Layaknya wastafel, alat penangkal Corona berbentuk kotak ini dilengkapi dengan empat roda, sehingga sangat efektif.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMSurabaya, Sukadiono menambahkan, bahwa alat penangkal Corona karya mahasiswa KKN 2020 tersebut masih berupa prototype. Alat cuci tangan otomatis tersebut merupakan salah satu solusi yang dihadirkan mahasiswanya untuk masyarakat yang saat ini sedang menghadapi ancaman wabah Corona.

"Intinya kita ingin memberikan sarana yang mudah dalam rangka mengedukasi pada masyarakat mengenai 3 M itu seperti mencuci tangan maupun menjaga jarak. Tapi juga kita bekali dengan sarana yang bisa dibuat dengan mudah di domisili masing-masing mahasiswa itu," tuturnya. (Baca juga: NU Akhirnya Putuskan Tetap Ikut POP Kemendikbud)

Sukadiono menjelaskan, KKN tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, KKN dilaksanakan di tengah suasana pandemi COVID-19. Terkait kondisi tersebut, maka lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) UMSurabaya, sebagai lembaga pelaksana menetapkan KKN yang berbasis domisili mahasiswa.

"Hal tersebut bertujuan untuk mencegah perpindahan mahasiswa antar kabupaten, provinsi bahkan antar negara ke satu titik yang sangat beresiko tehadap persebaran COVID-19,"ujarnya.

Football news:

Jose Mourinho: what happened to Dyer is not normal, he was dehydrated. If the League management doesn't care about the players, I don't
Jose went berserk twice during the match with Chelsea: ran over Lampard and ran to look for Dyer - he rushed to the toilet right during the game
Lampard on relegation from the League Cup: we Need to keep a positive attitude. Everything will come if Chelsea score second, leading the score
Call of nature, what can you do? Dyer explained why he ran to the dressing room during the match with Chelsea
Mourinho and Lampard shook hands before the penalty shootout. In the first half, they had a fight
Dest arrived in Spain to complete a transfer to Barca
Lionel Messi: I Am responsible for my mistakes. I wanted Barcelona to become stronger