Indonesia

Mempercepat Uji Klinis Vaksin Covid-19 dapat Berujung Malapetaka

JawaPos.com – Mempercepat uji klinis terhadap kandidat vaksin untuk SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan korona (Covid-19), dapat membawa malapetaka. Demikian menurut editorial yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada Jumat (22/5).

“Sangat penting untuk tidak terburu-buru” dalam memastikan keamanan setiap kandidat vaksin dan menyelidiki potensi dampak negatifnya, papar editorial yang ditulis oleh Douglas Green, wakil editor jurnal ilmiah multidisiplin itu seperti dilansir Antara dari Xinhua.

Sebuah vaksin yang mampu memicu respons antibodi penetral yang kuat dalam uji klinis tidak dapat digunakan secara luas jika belum menjalani tes keamanan yang menyeluruh, tulis Green, yang juga merupakan pakar di bidang imunologi.

Efek peningkatan yang bergantung pada antibodi (antibody-dependent enhancement) dari satu vaksin harus dipelajari. Efek itu terjadi ketika antibodi yang dirangsang pembentukannya oleh vaksin dan mengikat virus juga menempel pada sel-sel tubuh, sehingga memfasilitasi infeksi terhadap sel-sel ini. Fenomena mengkhawatirkan ini ditemukan pada vaksin untuk demam berdarah, Ebola, HIV, dan feline coronavirus (virus yang menginfeksi kucing), menurut editorial tersebut.

Pengujian terhadap manusia yang dipercepat dan etis “tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan,” tetapi risiko ekstrem harus dipertimbangkan bersama potensi keuntungan yang ada, sebut editorial itu.

Saat ini, terdapat 95 vaksin yang sedang dikembangkan untuk melawan SARS-CoV-2. Sebagian besar diperkirakan akan lolos dari fase pertama, sementara dua lainnya sudah mulai memasuki fase kedua pengujian, imbuh editorial tersebut. (*)

Football news:

Angel Di Maria: I'm Glad I didn't move to Barca in 2017. I am happy at PSG
The wife of a Serbian from galaxy called for shooting rioters
Modric on how Mourinho criticised Ronaldo: Cristiano almost cried at half-time
Giorgio Chiellini: I came close to leaving Juve twice: to Real Madrid in 2010 and to Manchester City in 2011
Herrera on Neymar and Mbappe: PSG don't sell stars, they buy them
Enrique on the 2015 Champions League final: Told the team: the Worst thing that can happen is to be a Juve player in a match against Barca
Gladbach shows how the concepts of Cruyff and Guardiola can be applied