Indonesia

Mengaku Bisa Gandakan Uang Pakai Mesin Australia, Tiga Orang Dibekuk Polisi

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Tiga orang yang berniat melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang ditangkap polisi.

Kepada calon korbannya, ketiganya mengaku mempunyai sebuah mesin untuk menggandakan uang yang dibeli dari Australia.

Tiga orang yang berhasil ditangkap berinisal ZAS (42) warga Gunungkidul, KA (26) warga Klaten dan JM (44) warga Indragiri Hulu, Riau.

"Ketiganya ini menggunakan modus menawarkan kepada masyarakat, bahwa mereka bisa menggandakan uang," ujar Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah dalam jumpa pers, Selasa (4/8/2020).

Deni menyampaikan dalam aksinya mereka mengatakan kepada calon korbanya mempunyai mesin khusus yang bisa untuk menggandakan uang.

Guna meyakinkan calon korbanya, ketiganya mengaku membeli mesin tersebut dari Australia.

Baca: Niat Gandakan Uang, Calon Bupati Sorong Selatan Alami Nasib Apes Rp 100 Juta Raib Dibawa Dukun

Padahal mesin tersebut rakitan sendiri. Mesin tersebut berbentuk kotak panjang dan berwarna hitam.

Para tersangka memodifikasi dengan menambah beberapa tombol di bagian atasnya. Sehingga terkesan seperti sebuah mesin.

"Ini hanya printer yang dibungkus dengan baja, menjadi seolah-olah mesin. Mereka sudah modifikasi," ungkap Deni.

Untuk menarik calon korbannya, ketiganya mempraktikkan menggandakan uang dengan menggunakan mesin tersebut.

Football news:

Hummels 0:2 in Augsburg: Borussia played well in many aspects, but did not create enough chances
Schalke have not won the Bundesliga in 18 consecutive rounds. The total score of the first two games of the season is 1:11
Real won with the help of VAR and decommissioned forwards. Jovic earned a penalty, mayoral a penalty
Robles on refereeing the match with Real Madrid and VAR: dubious episodes are always Interpreted in favor of top clubs
Conte on 4:3 with Fiorentina: impressed with Inter's attack. We didn't have enough balance, we paid for it
Zidane about 3:2 with Betis: real can get better and will. A difficult game, but we believed in winning until the end
Dest said goodbye to the Ajax players and will fly to Barcelona today (Gerard Romero)