Indonesia

Menlu Iran Sebut AS Negara Penindas

Menlu Iran meminta dukungan dunia untuk menengtang embargo senjata.

REPUBLIKA.CO.ID,  DUBAI -- Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif meminta kepada komunitas dunia untuk menentang sanksi Amerika Serikat (AS) terkait embargo senjata. Dalam pidatonya pada Sabtu (19/9), Zarif menyebut AS sebagai negara 'penindas'.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump berencana mengeluarkan perintah eksekufif untuk menjatuhkan sanksi kepada siapapun yang melanggar embargo senjata terhadap Iran. Pemerintahan Trump mengatakan, semua sanksi PBB terhadap Iran harus dikembalikan dan embargo senjata konvensional yang berakhir pada Oktober semestinya diperpanjang.

"Amerika bertindak sebagai pengganggu dan menjatuhkan sanksi. Komunitas dunia harus memutuskan bagaimana bertindak terhadap intimidasi ini," ujar Zarif.

Embargo senjata akan berakhir pada 18 Oktober di bawah ketentuan resolusi yang menaungi kesepakatan nuklir Iran. Resolusi yang ditawarkan AS menyerukan perpanjangan embargo terhadap Iran tanpa ada batas tertentu.

AS lalu mengancam akan memaksakan pengembalian sanksi PBB jika resolusi tidak diperpanjang, dengan menggunakan teknik kontroversial yang disebut "snapback".

Perwakilan Khusus AS untuk Venezuela dan Iran Elliott Abrams mengatakan Washington dapat menolak akses ke pasar AS bagi siapa pun yang berdagang senjata dengan Iran.

Ketika ditanya apakah Washington membuat rencana konkret untuk sanksi sekunder dalam menegakkan embargo senjata, Abrams mengatakan pihaknya sedang mengerjakannya. Dia menambahkan, sebuah pengumuman besar akan diutarakan pada akhir pekan.

"Kami (sedang mengerjakan) banyak hal, dan kami akan memiliki beberapa pengumuman selama akhir pekan dan lebih banyak pengumuman pada hari Senin," ujar Abrams.

Pada 2018 AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran dan menerapkan kembali sanksi AS. Washington juga mengatakan telah memicu kembalinya semua sanksi PBB terhadap Iran, yang akan berlaku akhir pekan ini.

Pihak lain dalam kesepakatan nuklir yakni Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia dan sebagian besar Dewan Keamanan PBB mengatakan mereka tidak yakin Amerika Serikat dapat memberlakukan kembali sanksi PBB. Para diplomat mengatakan, hanya sedikit negara yang kemungkinan akan menerapkan kembali sanksi PBB terhadap Iran.

"Ini seperti menarik pelatuk dan tidak ada peluru yang keluar. Tidak akan ada snapback, sanksi akan tetap ditangguhkan, JCPOA (kesepakatan nuklir) akan tetap berlaku," ujar seorang diplomat senior Dewan Keamanan PBB yang tidak menyebutkan namanya.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, AS akan bekerja keras untuk memastikan bahwa sanksi embargo senjata Iran akan terus diberlakukan. Dewan Keamanan PBB telah menolak resolusi AS untuk memperpanjang embargo senjata Iran. Pompeo mengatakan, langkah ini dinilai akan berdampak kepada JCPOA. 

sumber : reuters

Football news:

Gareth Bale: I want to be loved and appreciated. I will give my all for Tottenham
Eugene Giner: I don't see the point in inviting Messi to the RPL. Let's first make the League at least at the level of Spain
Pique agreed to a 50% pay cut at Barcelona until the end of the season
Ex-Rostov defender Bashtush moved from Lazio to Saudi al-ain
Schwartz about Dynamo: The impression of the training base is excellent
Metz forward Gyan is the best player in Ligue 1 in September. He is the leader of the goalscoring race
Miranchuk is able to play in almost any club in the world. Ex-midfielder Loko Drozdov about Atalanta newcomer