Indonesia

Menteri Nasir Persilakan Aparat Memeriksa Kampus

Menteri Nasir Persilakan Aparat Memeriksa Kampus - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mempersilakan aparat keamanan masuk dan memeriksa kampus, jika ditemukan tanda-tanda kegiatan yang mengarah pada gangguan keamanan.

“Tidak ada kampus yang akan steril dari pemeriksaan,” tegas Nasir di Jakarta kemarin. (4/6).

Nasir mengatakan sama sekali tidak setuju dengan argumen bahwa kampus tidak boleh dimasuki petugas keamanan karena merupakan mimbar akademik. “Di negara mana kampus tidak boleh dimasuki (petugas kemanan,Red) enggak ada aturannya, kalau bikin negara tidak aman ya harus dihabisi,” katanya.

Nasir menyebut, benih-benih pemikiran radikal sudah terjadi sejak dulu era tahun 1983. Saat itu Orde Baru memberlakukan kebijakan Normalisasi Kegiatan Kampus (NKK) dan Badan Keamanan Kampus (BKK) untuk mesterilkan kampus dari kegiatan politik mahasiswa.

“Ya akhirnya di kampus terjadi kekosongan, diisi mereka (pemikiran ekstrim,red),” katanya.

Risiko paparan radikalisme tersebut, kata Nasir tidak hanya terjadi di kampus. Melainkan juga di sekolah SMA maupun SMP. “Gurunya terpapar, siswanya ikut terpapar. Dosennya terpapar, mahasiswanya terpapar,” tutur Nasir. (tau/jun)

Football news:

Simeone on the chances against Leipzig: I don't go to extremes. Right now we are only thinking about the game with Betis
Roma offered 3 million euros for the lease of Smalling for another year and 15 million for the buyout. Manchester United wants 25 million euros. Roma wants to keep the defender Chris Smalling, the rights to which belong to Manchester United
Setien Pro Champions League: the Game with Napoli is key. It is fair that Barcelona play at home
Nani: As children, we were starving, and there were rats and lizards running around the house. I realized that God wants me to help my family by becoming a football player
Real Madrid will consider proposals for Jovic. The option of selling is not excluded
Mikel Arteta: Mourinho was invited to make Tottenham the winning team
Failure of the VAR in the last English tour: on Thursday, all three decisions on penalties were recognized as mistakes