Indonesia

Meraih Predikat Lulus Bulan Puasa

Usai sudah Ramadhan 1441 H menyapa kita semua, genap 30 hari kita puasa, menjalankan salah satu perintah Allah SWT yang menjadi fondasi agama selain syahadat, sholat, zakat, dan naik haji bagi yang mampu melaksanakannya. Bulan yang penuh kasih sayang dan ampunan Allah SWT akan menghampiri kita lagi setahun yang akan datang.

Secara lughowi atau bahasa, arti dari puasa adalah menahan, adapun secara syara’ atau fiqh puasa berarti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar shodiq sampai terbenamnya matahari, yakni menahan diri untuk lapar dan dahaga, menahan untuk tidak berbuat maksiat, menahan untuk tidak melakukan perbuatan menyakiti orang lain bahkan menahan supaya tidak berhubungan suami istri di siang hari, dan yang paling penting menahan diri supaya selalu taat kepada Sang Pemberi Kehidupan.

Bulan puasa bisa diibaratkan sebagai tempat pengkaderan dan tempat penempaan diri supaya manusia memperbaiki diri, ada yang sungguh-sungguh mengikuti proses kaderisasi ini adapula yang kurang serius menjalaninya sebab sekedar menjalani perintah semata.

Bagi yang serius menjalaninya tentu akan sangat kehilangan bulan penuh berkah ini. Disisi lain bagi golongan kedua, berakhirnya bulan ini bagai anak ayam yang dilepaskan dari kurungannya, merasakan kebebasan seperti hari-hari biasanya.

Mengikuti apa yang dinasihatkan oleh Imam Ghazali, Ada empat hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi hari-hari untuk menjaga ketaatan kita kepada Allah SWT.

Pertama, menyibukkan diri kita dengan menuntut ilmu, lebih-lebih ilmu yang berkaitan dengan agama kita, seperti ilmu fiqh untuk mengetahui hukum-hukum Islam, ilmu tajwid untuk mengetahui tata cara membaca Alqur’an dengan benar.

Ilmu tafsir untuk memahami Alqur’an dengan benar serta ilmu hadits supaya kita benar-benar memahami hadits Nabi, hal pertama inilah yang sebenarnya banyak kita lakukan selama bulan puasa, banyak sekali kajian-kajian agama yang telah kita ikuti dan dengarkan meskipun secara daring akibat adanya pandemic Covid-19, bahkan Pesantren-Pesantren di Indonesia selalu menyelenggarakan ngaji pasan yakni mengkaji banyak kitab selama bulan puasa. Menuntut ilmu ini harus kita niati tiada lain hanya untuk meraih ridha Allah SWT dan memperbaiki kualitas ibadah kita.

Kedua, selalu beribadah kepada Allah SWT dengan memperbanyak sholat, berdzikir dan membaca Alquran, ini pula telah kita latih secara serius selama sebulan ini, dengan melakukan sholat taraweh dan tadarus, banyak sekali grup-grup whatssapp yang membuat khataman harian serta melakukan berbagai dzikir tambahan yang terkadang tidak kita lakukan diluar bulan puasa. Sebagaimana disebutkan dalam dalam Alquran Surat Ar-Ra’du ayat 28 bahwa berdzikir kepada Allah bisa menenangkan hati kita.

Ketiga, bersosialisasi dengan baik terhadap umat manusia, semisal dengan berkumpul dengan orang-orang saleh dan bersedekah bagi yang membutuhkan, inipula yang kita lihat banyak dilakukan dibulan puasa, banyak sekali orang yang membagi takjil di jalan atau memberi paket sembako bagi kaum papa terlebih puasa kali ini bersamaan dengan datangnya musibah wabah Covid-19.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA dengan derajat Hadits Shahih Rasulullah SAW bersabda “(seseorang) tidak bisa disebut sebagai orang yang beriman (secara sempurna) jika dirinya kenyang akan tetapi tetangganya kelaparan”.

Football news:

There is a real chance that 50-60 clubs will go bankrupt. The owner of Huddersfield about the consequences of the pandemic
Valverde about the game with Manchester City: we Want to play so that we can go further. Real is ready to do anything for this
Great selection from Roma: KAFU opens up in the box and waits for a pass, but instead Totti and Batistuta score masterpieces
Sabitzer has been exposed to coronavirus in April
In the 90s, the Russian club played in the Finnish championship: the players carried cigarettes, the President went on the field. It ended because of the default
Flick about Holand: it is the first season, so it is too early to compare it with Levandovsky
Felix sprained a knee ligament in training. This is his 3rd injury of the season at Atletico