Indonesia

MIPI Soroti Perkembangan Sistem Pemda di Tengah Pandemi Covid-19

JAKARTA - Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) menggelar webinar membahas Evaluasi Perkembangan Sistem Pemerintahan Daerah Indonesia Pasca Reformasi dan Tantangan Menghadapi Pandemi Covid-19, Sabtu (24/7/2021). Hadir sebagai narasumber pakar hukum tata negara Prof Jimly Ashiddiqie.

Wakil Ketua MIPI Prof Siti Zuhro dalam pembukaannya mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti webinar. Pasalnya ruang virtual dalam aplikasi Zoom Meeting sampai tak dapat menampung lagi permintaan peserta yang ingin bergabung dalam webinar. Peserta yang tak dapat mengikuti jalannya diskusi dialihkan ke channel Youtube MIPI.

"Terima kasih atas antusiasme, ini topik yang bagus, bagaimana pun ini topik yang luar biasa, banyak mungkin yang sudah membahas namun yang relevan, signifikan, urgen, baru kita bahas, dan menghadirkan Prof Jimly, pakar hukum tata negara," katanya.

Baca juga: MIPI Bahas Konsep dan Strategi Membangun Perpustakaan Indonesia Berkelas Dunia


Dalam konteks mengatasi masalah Covid-19, kata Jimly, pemerintah tidak bisa bergerak sendirian. Pemerintahan pusat perlu menggandeng pemerintah daerah dalam mengatasi masalah bersama dengan mengedepankan hubungan yang harmonis. Tak hanya pusat dan daerah, hubungan harmonis antarjenjang pemerintahan pun perlu dilakukan. Pasalnya, ia mengevaluasi, pada awal badai Covid menerjang Indonesia, terjadi sengkarut koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah yang menyebabkan relasi menjadi tak harmonis, sehingga menyebabkan resistensi dari pemrintah daerah kepada pemerintah pusat, dan represif dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

"Kesan yang kita harapkan itu, baik dari represif pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, maupun resistensi daerah kepada pusat, tidak ada lagi, tapi yang terjadi adalah sinergi, kolaborasi, komunikasi dua arah yang bagus. Nantinya kebijakan yang sudah diputuskan di level pusat itu, bisa diaplikasikan secara sempurna, sampai ke tingkat tidak hanya provinsi, tapi juga terpenting di kabupaten/kota," katanya.

Perlunya kesatupaduan antara jenjang pemerintahan bersama masyarakat juga ditekankan penting diilakukan di era pandemi ini. Hal ini penting dilakukan sebagai kesatupaduan langkah dan kebijakan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Harapannya, setiap kebijakan yang dilahirkan satu komando dan dapat dinikmati oleh masyarakat secara langsung.

Baca juga: Bansos PPKM Level 4 Sudah Mulai Cair, Luhut Ingatkan Pemda Jangan Ada Manipulasi Data !


"Jadi tidak pusat atau daerah saja, tapi juga beserta masyarakat yang luas ini ikut hand in hand untuk menanggulangi Covid yang semakin tidak mudah kita atasi saat ini. Oleh karena itu kesatupaduan, satu kebijakan yang diwujudkan, diaplikasikan dalam eksekusi program oleh pemda sampai turun ke desa/kelurahan," ujarnya.

Di akhir sambutannya, peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu juga berharap webinar yang dilaksanakan oleh pengurus pusat MIPI itu dapat bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan, termasuk dalam membumikan gagasan dan kebijakan yang dapat dipahami oleh seluruh masyarakat.

“Mudah-mudahan wahana webinar ini bisa membawa positif, bermanfaat dan aplikatif nantinya. Oleh karena itu, dengan topik yang sangat krusial ini yang akan dibawakan oleh Prof Jimly, mudah-mudahan materi yang disampaikan oleh beliau ini akan sangat bermanfaat," kata Siti Zuhro.

Lihat Juga: Teror Hantu Kolong Casablanca Yang Incar Pengemudi Saat Tengah Malam

(abd)

Football news:

Anelka on replacing Messi: Leo will never forget that Pochettino did this. You can't treat him like that
Ted Lasso is the most popular comedy about sports. The idea came from an advertisement for the Premier League, the actors do not understand anything about football at all
Koeman about Fati: We will give him more playing time, but everything depends on his condition
Ivanov has been appointed chief referee of the Sociedad - Monaco Europa League match
UEFA will appeal against the decision of the Madrid court on the Super League and apply for the dismissal of the judge
Messi - in PSG's application for the match against Manchester City
Sheriff in the Champions League-the miracle of the year. The cancellation of the limit helped, but so far in Moldovan football it is terrible: neither fans, nor money