Indonesia

Pandemi Covid-19 Dimanfaatkan Para Petenis Dunia Untuk Kuliah Lagi

JawaPos.com-Dihentikannya kalender WTA Tour karena pandemi Covid-19 membuat para petenis nganggur mendadak. Beberapa di antara mereka memanfaatkan waktu untuk sekolah lagi.

CATHERINE ’’CiCi’’ Bellis, petenis 21 tahun asal San Francisco, Amerika Serikat (AS), tahu apa yang harus dilakukan ketika turnamen tiba-tiba berhenti total Maret lalu.

Petenis yang pada grand slam Australia Open 2020 Januari lalu menembus babak ketiga (32 besar) itu langsung mendaftarkan diri ke lebih banyak kelas di kampusnya. Mulai mata kuliah bisnis internasional, marketing, sampai manajemen informasi.

’’Bagiku, memiliki pendidikan tinggi itu sangat penting,’’ ucap Bellis seperti dilansir ESPN. ’’Aku selalu ingin belajar dan mengembangkan diri,’’ tambah pemain yang pada 2016 melepas beasiswa Stanford University demi mengejar karir profesional tersebut.

Dua tahun terakhir, saat dipaksa absen total dari turnamen karena cedera, dia sudah mendaftar kuliah dengan memanfaatkan program kerja sama WTA bersama Indiana University East dan University of Florida. Program tersebut diadakan khusus bagi petenis putri yang ingin melanjutkan studi ke jenjang universitas.

Program itu berjalan sejak 2013. Hasilnya, sudah ada sembilan petenis profesional yang menjadi sarjana. Di antaranya, Venus Williams dan Sloane Stephens. WTA menyubsidi biaya pendidikan program ini sampai 75 persen. Seluruh aktivitas perkuliahan diadakan secara online.

Bellis memilih jurusan bisnis manajemen. Dia mengaku fans matematika dan segala hal yang berbau angka. ’’Di saat normal, hal tersulit dari mengambil program ini adalah membagi waktu dengan aktivitas di lapangan. Sejak kompetisi dihentikan, aku jadi lebih fokus,’’ tambah petenis yang kini terlempar di peringkat ke-297 tersebut.

Bellis bukan satu-satunya petenis yang menyibukkan diri dengan sekolah lagi sejak kompetisi berhenti. Petenis Kanada Gabriela Dabrowski dan petenis Australia Daria Gavrilova melakukan hal yang sama. Keduanya juga sudah menjadi bagian dari program khusus WTA dan dua universitas tadi.

Dabrowski yang terjun ke pro sejak usia 19 tahun tidak pernah menyangka bisa kuliah saat masih berstatus petenis profesional. Pemilik peringkat ketujuh ganda putri tersebut memang sejak lama ingin sekolah di universitas. Namun, rencananya, dia baru kembali ke kampus sesudah pensiun.

Petenis 28 tahun itu memilih jurusan psikologi di Indiana University East. ’’Berkesempatan kuliah seperti ini sungguh luar biasa. Aku yakin semua ini bisa membantuku dalam kehidupan setelah tenis,’’ tutur Dabrowski.

Dia mengambil jurusan psikologi karena merasa selalu nyaman berinteraksi dengan bermacam-macam kepribadian. Dia juga kerap tertarik memperhatikan seseorang dari sisi yang berbeda.

’’Menjadi atlet profesional memang keren. Namun, penting juga melihat kehidupan di luar sana. Mengambil pelajaran dari kisah hidup orang-orang yang berbeda,’’ ucap finalis grand slam Wimbledon 2019 sektor ganda putri tersebut.

Di sisi lain, Gavrilova memilih mengambil kursus-kursus singkat. Petenis 26 tahun itu kini mengikuti program sertifikasi pengembangan atlet di University of Florida. Dia juga sangat tertarik dengan bidang bisnis olahraga.

’’Membicarakan performa atlet memang penting. Namun, berbicara tentang olahraga secara bisnis juga tidak kalah penting,’’ ucapnya.

Football news:

Lewandowski on Chelsea: They are playing very well, but we are Bayern
Juventus wanted to sign defender Akieme, but Barcelona refused
Lazio has agreed with Mayoral and will offer real 15 million euros
In Romania, a special champion: everything was decided in the match, the format of which was chosen 3 hours before the whistle
Danny rose: I was stopped by the police last week: is This a stolen car? Where did you get it?. And this happens regularly
Barcelona refused to sell for 60 million euros Trinca u, bought from Braga for 31 million. The club count on him
Chelsea will compete with Everton for Regilon. Real Madrid is ready to sell him