logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Para peretas 'legal' yang mengantongi penghasilan miliaran rupiah

Suatu hari di pertengahan tahun 2016, Pranav Hivarekar, seorang peretas yang bekerja penuh, berusaha menemukan cacat dari fitur terbaru Facebook.

Raksasa media sosial itu mengumumkan, hanya delapan jam sebelumnya, akan mengizinkan para pemakai mengomentari posting yang menggunakan video.

Pranav mulai meretas sistem untuk mengetahui kelemahannya, kesalahan apapun yang dapat para penjahat gunakan untuk membobol jaringan perusahaan dan mencuri data.

Dan dia menemukan kode cacat yang dapat digunakan untuk menghapus semua video dari Facebook.

"Saya menemukan saya dapat mengeksploitasi kode dan bahkan menghapus video yang diunggah Mark Zuckerberg," kata Pranav, yang disebut ethical hacker atau peretas beretika dari kota Pune, India kepada BBC.

Dia melaporkan kesalahan atau bug ini kepada Facebook melalui program 'bug bounty' atau hadiah bug.

Dua minggu kemudian dia diberikan bayaran ratusan ribu dolar.

Pemburu kesalahan

Sejumlah peretas beretika sekarang berpenghasilan besar dan bisnis ini terus tumbuh.

Pemburu bug biasanya masih muda - lebih dua pertiga peretas berumur 18-29 tahun.

Themes
ICO