Indonesia

Pekan Ini Diprediksi Tembus 20 Juta Kasus Covid-19, WHO Masih Optimis Dunia Bisa Kalahkan Pandemi

TRIBUNNEWS.COM - Pandemi virus corona (Covid-19) masih menjadi momok di berbagai belahan dunia seiring belum ditemukan obatnya.

Badan Kesehatan Dunia ( WHO) memprediksi, pada pekan ini kasus Covid-19 di seluruh dunia bakal mencapai 20 juta, dengan 750.000 korban meninggal.

Dengan prediksi yang bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan, WHO menuturkan belum terlambat untuk menekan penyebaran virus corona.

"Pekan ini, kita akan mencapai 20 juta kasus Covid-19 yang terkonfirmasi dan 750.000 korban meninggal," kata Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Baca: Update Corona Jakarta Hari Ini: Ada 479 Kasus Baru, Jakarta Catat Penambahan Terbanyak di Indonesia

Dalam jumpa pers virtual, Tedros mengatakan angka itu begitu menyakitkan dengan banyak keluarga meratapi kerabat mereka yang telah tiada.

"Tapi saya ingin menegaskannya. Masih terdapat sinar harapan dan... belum terlambat untuk mengalahkan wabah ini," tegasnya.

Dia memberikan contoh Selandia Baru dan Rwanda sebagai negara yang bisa menekan penyebaran Covid-19, seperti diberitakan AFP Senin (10/8/2020).

Seorang pegawai melintas saat jam pulang kerja di Puskesmas Dago, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (28/7/2020). Puskesmas Dago, salah satu yang ditunjuk di Kota Bandung menjadi tempat pendaftaran relawan untuk menjalani uji klinis vaksin anticorona buatan Cina. Pihak puskesmas terlebih dulu akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus meminta dukungan RT, RW, kelurahan, dan kecamatan sebelum menerima pendaftaran relawan uji klinis vaksin anticorona tersebut. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) *** Local Caption *** Puskesmas Dago Tempat Pendaftaran Relawan Uji Klinis Vaksin Anticorona Buatan Cina
Seorang pegawai melintas saat jam pulang kerja di Puskesmas Dago, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (28/7/2020). Puskesmas Dago, salah satu yang ditunjuk di Kota Bandung menjadi tempat pendaftaran relawan untuk menjalani uji klinis vaksin anticorona buatan Cina. Pihak puskesmas terlebih dulu akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus meminta dukungan RT, RW, kelurahan, dan kecamatan sebelum menerima pendaftaran relawan uji klinis vaksin anticorona tersebut. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) *** Local Caption *** Puskesmas Dago Tempat Pendaftaran Relawan Uji Klinis Vaksin Anticorona Buatan Cina (puspen tni/puspen tni)

Tedros juga memuji negara yang awalnya menderita karena kasus nasional, namun kini bisa dengan sigap menangani jika terjadi lonjakan lokal.

Baca: Remaja Positif Corona Dipulangkan Naik Travel, Sopir dan Seluruh Penumpang Dikarantina

"Pesan saya sudah jelas: tekan, tekan, tekan virusnya. Jika kita bisa menekannya, kita bisa menyelamatkan masyarakat," paparnya.

Sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada akhir tahun lalu, virus corona ini sudah menginfeksi 19,9 juta dan membunuh 731.500, berdasarkan data AFP.

Football news:

Valery Karpin: Rostov, having scored a goal, got hooked psychologically, stopped pressing. In the End, there were no forces
Glebov received a red card for a foul on a Maccabi player in midfield. Var on match no
Aaron Ramsay: Under Pirlo, Juve players have more fun
Aubameyang on the decision to stay at Arsenal: Arteta is a key factor. He said: You can create a legacy here
You will get high from Rostov's goal as from your favorite song. Shomurodov from the fly in touch closed a crazy pass Normann 40 meters
Valery Karpin: Maccabi is a playing, pressing team. It is very dangerous to let her do everything
Barcelona will make one last attempt to sign Lautaro