Indonesia

Pemkab Mojokerto Dilema, Pasar Sawahan Berpotensi Jadi Klaster Baru

MOJOKERTO - Pemkab Mojokerto dilanda dilema. Menyusul banyaknya pengunjung maupun pedagang Pasar Sawahan, yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test on the spot yang digelar pada Selasa (16/6) lalu.

Berdasarkan hasil tes cepat terhadap 373 orang baik pengunjung maupun pedagang Pasar Sawahan, sebanyak 78 orang dinyatakan reaktif. Hal itu berpotensi menjadikan Pasar Sawahan sebagai klaster baru penyebaran Covid-19. Pemkab Mojokerto pun kini tengah mengevaluasi aktivitas perniagaan di pasar tradisional itu.

"Masih dievaluasi dan pertimbangannya cukup banyak. Sampai saat ini kami belum memutuskan secara resmi (ditutup sementara atau tidak)," kata juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto, Kamis (18/6/2020).

Ardi mengakui, Pemkab Mojokerto hari ini dilanda dilema dalam memutuskan nasib Pasar Sawahan. Apakah dilakukan penutupan sementara atau tetap dibuka seperti biasanya. Dengan pertimbangan jumlah hasil rapid test yang ternyata reaktif begitu banyak.

"Disisi lain, pemerintah saat ini sudah menegaskan bahwa perekonomian harus dipulihkan. Yang jelas dampak positif dan negatifnya masih dipertimbangkan juga. Toh, yang reaktif juga belum tentu akibat infeksi Covid-19. Masih dievaluasi terus," imbuhnya.

Pihaknya juga membantah jika Pemkab Mojokerto sudah mengeluarkan keputusan penutupan Pasar Sawahan selama 14 hari ke depan guna mencegah adanya klaster baru penyebaran Covid-19. Menyusul beredarnya surat edaran terkait dengan penutupan pasar tersebut.

Dalam surat tersebut dijelaskan jika Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Bangsal dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Bangsal mengambil keputusan untuk menutup sementara aktivitas Pasar Sawahan tersebut. Penutupan sementara itu dilakukan selama 14 hari ke depan, mulai 18 Juni sampai 1 Juli 2020.

Ini dilakukan untuk menghindari dan mencegah penyebaran terpaparnya virus Covid-19 oleh penjual dan pembeli serta masyarakat sekitar di wilayah pasar tersebut. Penutupan dilakukan paling lambat tanggal 19 Juni 2020 atau besok.

"Sudah kami koordinasikan ke Forkpimka agar tetap menunggu hasil evaluasi gugus tugas. Saat ini kami masih melakukan evaluasi," jelas Ardi.(Baca juga : Pasien COVID-19 Membeludak, Pemkot Mojokerto Tambah Ruang Isolasi)

Sejauh ini, jumlah warga Kabupaten Mojokerto yang terkonfirmasi positif Covid-19 memang terus mengalami peningkatan yang signifikan. Dilansir dari situs resmi Gugus Tugas Percepatan Penanangan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, covid19.mojokertokab.go.id, jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 105 orang.

Sementara untuk jumlah Orang Tanpa Gejala OTG mencapai 93 orang. Kemudian Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 sebanyak 111 orang. Dari jumlah itu, PDP yang meninggal sebanyak 12 orang, 81 orang dalam perawatan dan baru 16 orang yang dinyatakan sembuh.

(nun)

Football news:

Zinedine Zidane: real have not won anything yet. There is no euphoria
Pogba cut a fist on his head, a symbol of the Black Lives Matter movement
Liverpool are ready to offer Tiago a 4-year contract with a salary of 8 million euros
Jose Mourinho: if Tottenham do not get into the top 6, it will not be the end of the world
Hazard will miss the match with athletic
Juventus are Interested in Jacko
Micah Richards: Arsenal need to keep the Forward. It can attract other top players