Indonesia

Pemuda yang Dulu Ancam Tembak Jokowi Kini Cekcok dengan Sekuriti di Jakbar

Jakarta -

Pemuda berinisial RJ, yang dulu menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi), kembali berulah. RJ terlibat cekcok dengan pihak keamanan di kompleks perumahan di Jakarta Barat.

"Iya benar," kata Kapolsek Kembangan Kompol Imam Irawan, mengkonfirmasi apakah pemuda yang cekcok itu sama dengan RJ yang pernah menghina Jokowi, ketika dihubungi, Minggu (5/7/2020).

Imam mengatakan peristiwa cekcok itu terjadi pada Selasa (30/6) sekitar pukul 19.00 WIB di Perumahan Buana, Kembangan, Jakarta Barat. Awalnya RJ ditegur warga setempat karena bersikap tidak sopan, dengan mengegas mobilnya di area perumahan itu.

Tidak terima, RJ pun marah dan cekcok dengan sekuriti setempat yang sempat membela warga.

"Dia gara-gara, di perumahan kompleks, ngegas-ngegas, nggak sopan aja, mengganggu lingkungan sama RT/RW, keamanan, diingatkan. Terus ditegur nggak diterima, terus ngomong-ngomong (adu mulut)," ujar Imam.

Imam mengatakan polisi pun datang untuk meredam peristiwa itu. Kejadian pun berhasil diselesaikan di tempat.

"Polisi datang untuk mendamaikan supaya nggak terjadi pidana, kan polisi mencegah, ya sudah selesai di tempat aja. Nggak diamankan karena nggak ada saling pukul," ucapnya.

"Nggak ada pelanggarannya, baru sempat ribut-ribut mulut saja, cekcok mulut saja," tambah Imam.

Sebelumnya, RJ pernah terlibat kasus karena menghina Jokowi. Kasus itu bermula ketika videonya viral di media sosial. RJ mengenakan kacamata dan bertelanjang dada. Dia sedang berada di sebuah ruangan dan memegang foto Jokowi sambil menunjuk-nunjuknya. Dia sesumbar akan menembak orang yang ada di foto tersebut.

Tersangka RJT diduga melakukan tindak pidana Pasal 45 ayat (4) jo Pasal 27 ayat (4) UU ITE atau Pasal 336 KUHP terkait dengan sangkaan penghinaan atau pencemaran nama baik kepada presiden.

Kasus ini lalu tidak berlanjut ke meja pengadilan. Perkara itu diselesaikan melalui proses diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

(eva/imk)

Football news:

In 2008, an Asian Leopard was built in Uzbekistan. Even Rivaldo came and paid the team out of his own pocket a year later
Borussia Dortmund can rent Reinier from Real Madrid
Loko fans about support at matches: we Consider it a mistake to remain silent about disagreeing with the management's policy
Ex-Sunderland midfielder Cattermole has finished his career. He did not leave the club even after relegation to the 3rd division
Xavi: Racism, sexism and other forms of discrimination must be eradicated by stopping games
Javier Mascherano: Messi is the main reason why Barcelona can beat any team
Barcelona is looking for a new coach. Pochettino, Koeman, Xavi are among the candidates (ESPN)