Indonesia

Penyebab Terjadinya Sembelit

Jakarta: Mengalami sembelit tentu tidak menyenangkan. Ada hal-hal yang mungkin dialami jika Anda mengalami sembelit, seperti rasa sakit atau kembung pada perut, dan mungkin juga perut terasa penuh, dan beberapa hal lainnya.

Untuk itu, mencegah terjadinya sembelit merupakan hal penting. Mengingat sembelit bisa terjadi karena beberapa hal, mulai dari kebiasaan sehari-hari sampai pola makan Anda sehari-hari. 

Dikutip dari Reader's Digest, berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya sembelit.

1. Terlalu banyak duduk


Gaya hidup modern kita yang tidak aktif, tidak hanya buruk untuk berat badan tetapi juga bagi pencernaan, kata Atif Iqbal, MD, seorang gastroenterologist dan direktur medis dari Digestive Care Center di Orange Coast Memorial Medical Center.

Duduk dalam waktu yang cukup lama dapat berdampak pada usus besar Anda, dan dapat menyebabkan konstipasi. Istirahatlah dengan berdiri atau bergerak secara teratur ketika Anda harus duduk dalam waktu cukup lama agar terhindar dari konstipasi. 


(Gaya hidup modern kita yang tidak aktif, tidak hanya buruk untuk berat badan tetapi juga bagi pencernaan, kata Atif Iqbal, MD, seorang gastroenterologist dan direktur medis dari Digestive Care Center di Orange Coast Memorial Medical Center. Foto: Carlos Arthur/Unsplash.com)

(Baca juga: Cara Mengatasi Konstipasi yang Anda Alami)

2. Pola makan yang mengandung susu dan produk olahan susu


Menurut Dr Iqbal, susu dan produk olahan susu dapat menjadi salah satu penyebab konstipasi. Meskipun semua jenis olahan susu dapat menyebabkan konstipasi, keju bisa menjadi salah satu penyebab yang paling utama. Untuk itu, pastikan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat agar pencernaan Anda menjadi lancar. 

3. Depresi


"Depresi memperlambat metabolisme Anda secara keseluruhan," Dr Iqbal menjelaskan. Lebih buruk lagi, obat yang paling sering diresepkan untuk mengobati depresi juga dapat menyebabkan sembelit. 

Ada banyak terapi nonfarmasi untuk depresi yang telah ditunjukkan dalam penelitian yang sama efektifnya dengan obat-obatan, seperti terapi perilaku kognitif, latihan, dan meditasi.

4. Diet rendah karbohidrat


Salah satu keluhan terbesar yang dialami orang setelah menjalani diet rendah karbohidrat atau tinggi adalah konstipasi. Dr Iqbal mengatakan, "Makan diet yang berfokus pada daging, telur, dan lemak menyisakan sedikit ruang untuk serat."

Fokus pada hanya menghilangkan karbohidrat sederhana, seperti makanan manis dan roti tawar. Untuk menjaga usus besar Anda sehat dan mencegah sembelit, pastikan Anda mendapatkan setidaknya lima porsi buah dan sayuran sehari.

5. Terlalu banyak serat


Meskipun serat dapat mencegah atau mengurangi konstipasi, terlalu banyak mengonsumsi serat juga dapat menurunkan kepekaan lapisan perut Anda, yang membuatnya kurang responsif terhadap sinyal untuk buang air besar, kata Dr Iqbal. Hal ini terutama terjadi ketika seseorang mendapatkan serat dalam jumlah banyak seperti pada suplemen atau obat-obatan. 

(TIN)

Football news:

Zidane of Real Madrid: I finished my career at 34, and Luca wants to continue
Atletico will extend the contract with Parti and increase the amount of compensation to 87.2 million pounds (Ghana Soccer Net)
This player celebrated reaching La Liga so strangely that he had to take a cocaine test. The result is negative
Liverpool are ready to offer 20 million euros for Tiago, Bayern demand 40 (Sport Bild)
PSG asks Barca for Dembele and 80 million euros in exchange for Neymar (El Chiringuito TV)
Kike Setien: I See myself as Barca's coach next season
Disney's tourist Paradise, where MLS and the NBA return: 50+ playgrounds, a lot of children at normal times, cartoon characters everywhere🧞 ♂ 