Indonesia

Pergi dari Barcelona, Luis Suarez: Sangat Sulit untuk Ucapkan Selamat Tinggal

MADRID – Striker asal Uruguay, Luis Suarez, mengaku sullit untuk meninggalkan Barcelona pada bursa transfer musim panas ini. Bahkan ia tak mampu mengutarakan salam perpisahan kepada Barcelona setelah menjalani enam tahun yang tak terlupakan.

Setelah musim 2019-2020 berakhir, Suarez bisa dikatakan menjalani musim yang sangat berat. Kehadiran pelatih anyar, Ronald Koeman, benar-benar mengubah masa depannya yang selama ini terlihat nyaman di Camp Nou.

Luis Suarez

Striker berusia 33 tahun itu dianggap surplus untuk skuad Barcelona di bawah arahan Koeman. Karena itu, dengan berat hati, Suarez akhirnya meninggalkan Barcelona dan kini hijrah ke salah satu rival Blaugrana –julukan Barcelona– yakni Atletico Madrid.

Akan tetapi, Suarez juga tidak mudah untuk pergi dari Barcelona yang tiba di Camp Nou sejak 2014. Bahkan, ia mengalami momen yang luar biasa ketika berhasil mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak Barcelona sepanjang masa.

Baca juga Ditendang Barcelona, Luis Suarez Bantu Atletico Madrid Juara Liga Spanyol?

Namun, hal terberat tentunya meninggalkan rekan-rekan setim yang begitu ia kagumi selama enam tahun terakhir. Terutama dengan Lionel Messi, di mana publik sangat mengenal luas kedekatan mereka di dalam maupun luar lapangan.

“Sangat sulit untuk mengucapkan selamat tinggal, tetapi saya sangat bersyukur setelah klub mempercayai saya dalam situasi rumit yang saya jalani ketika tiba (di Barcelona),” ungkap Suarez, mengutip dari Goal, Jumat (25/9/2020).

Football news:

Milner on 1-0 with Ajax: it was important for Liverpool to show a good game after a week of UPS and downs
Lukaku has 4+2 in the last 3 games in the Champions League. He participated in all 6 Inter goals
Miranchuk on the draw with Salzburg: Two goals on the road is a very good indicator
Hector Herrera on 0:4 with Bayern: We played very well with the best team in the world. Don't write off us
Antonio Conte: Borussia are well prepared, they have a lot of potential. Inter could have won
Guardiola on 3:1 with Porto: a Good start. In the Champions League, there are 5 substitutions, the players who came out showed themselves well
Flick about Mueller: he's a continuation of the coach's hand on the field. Thomas manages the team, drives it forward