Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Akan Tetap Terkontraksi di Kuartal III

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi yang minus 5,32% pada kuartal II 2020. Pengamat Ekonomi Piter Abdullah memandang, secara formal ekonomi Indonesia belum disebut resesi.

Sebab definisi resesi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut. "Kuartal I pertumbuhan ekonomi kita masih positif 2,95%. Jadi walaupun kuartal II negatif kita belum masuk kategori resesi," ujar Piter saat dihubungi di Jakarta Rabu. (Baca juga:Tenang, Baru Sekali Kontraksi Resesi Ekonomi Belum Brojol)

Menurut dia, Indonesia baru disebut mengalami resesi apabila pada bulan Oktober, BPS kembali merilis angka pertumbuhan kuartal III 2020 yang negatif. "Bagaimana dempaknya? Pertumbuhan ekonomi yang diumumkan BPS sudah kita alami April hingga Juni yang lalu dimana pada periode itu kita mengalami PSBB. Kontraksi tersebut adalah dampak dari wabah Covid yang membatasi aktivitas ekonomi," jelasnya.

Pada kuartal III 2020, lanjut Piter, dengan masih adanya wabah maka perekonomian diprediksi masih akan terkontraksi. Tetapi dengan pelonggaran PSBB, kontraksi ekonomi yang terjadi akan lebih ringan dan tidak akan sedalam kuartal sebelumnya.

(uka)

Football news:

Roma can be awarded a technical defeat in the match with Verona. The club incorrectly stated diavara
Zinchenko and Bernardo Silva will not play against Wolves due to muscle injuries
Racism doesn't stand a chance. Milan against discrimination
Puig does not want to leave Barca and will fight for a place in the squad. Koeman advised him to go on loan
PSG can sign Khedira from Juventus
Ruediger may leave Chelsea. He wants to play regularly before the Euro
Tiago Silva: I am motivated by the chance to play at the 2022 world Cup. I will be about 38, I want to be fit