Indonesia

Polisi Sebut Pengolahan Tambang Emas Ilegal di Gunung Halimun Gunakan Sianida

SERANG – Polda Banten mengungkap fakta baru setelah menutup belasan lubang penambangan emas tanpa izin di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Fakta itu adalah adanya penggunaan zat kimia sianida dalam pengolahan emas.

"Kita menemukan merkuri. Kemungkinan bukan hanya merkuri karena merkuri sudah mahal, tapi beralih ke sianida," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Banten, Kombes Rudi Hananto kepada wartawan. Jumat (24/1/2020).

Sejauh ini, pihaknya telah menutup empat lokasi pengolahan tambang dan ratusan lubang di wilayah Kecamatan Lebakgedong, Lebak, Banten.

Tambang emas ilegal di Lebak, Banten. (Foto : Rasyid Ridho)

"Empat lokasi (ditemukan) ini pengolahan tambang emas (ditutup). Pasti (ditangkap) bukan hanya pemiliknya, tapi pengolahannya justru karena kan ini hilirnya," ujarnya.

Baca Juga : Polisi Segel Tambang Ilegal Diduga Penyebab Banjir dan Longsor di Lebak

Dia menambahkan, lubang tambang dan pengolahan emas ilegal itu berada ada di lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Lebak. Sampai saat ini, 12 saksi dari pekerja tambang dan ahli sudah dimintai keterangannya.

Baca Juga : 10 Lubang Tambang Emas Ilegal di Lebak Banten Dipasang Garis Polisi

(erh)