Indonesia

Polsek Johar Baru Ringkus Dua Pemalak Pengendara Mobil

Korban awalnya kasih ke AR Rp 2000, tapi A tidak terima lalu mengancam korban.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepolisian Sektor Johar Baru mengamankan sebanyak dua orang pria berinisial AR (39) dan A (25) atas laporan pengemudi mobil bernama Djajang yang dipalak oleh kedua pelaku saat mengendarai mobilnya di Jalan Letjen Suprapto, Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Djajang melakukan pelaporan pada Rabu (23/9) dan dengan cepat polisi meringkus para pelaku pemalakan itu pada Kamis (24/9).

"Djajang yang sedang berkendara berhenti di lampu merah Galur, Johar Baru. Nah tiba-tiba datang dua orang laki-laki ini menghampiri. Keduanya meminta uang kepada korban. Korban awalnya kasih ke AR Rp 2000, tapi A tidak terima lalu mengancam korban," ujar Kapolsek Johar Baru Kompol Supriadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9).

Lebih lanjut Supriadi mengatakan,"A mengancam Djajang dengan menyebutkan 'Awas lu ya kalo lewat sini lagi gua abisin lu',".

Djajang yang tidak menerima perlakuan kedua pemalak tersebut langsung melaporkan perbuatan tidak menyenangkan itu ke Polsek Johar Baru.

Dengan keterangan dari dua orang saksi yang melihat pemalakan tersebut, polisi pun segera bergerak menangkap kedua pelaku pemalakan yang ternyata kerap kali meresahkan warga lainnya. "Kejadian serupa ternyata pernah terjadi pada 2019. Di lokasi yang sama dan berujung viral di media sosial," ujar Supriadi.

Karena terbukti melakukan pemalakan kedua pria berinisial AR dan A itu terancam pidana dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan pengancaman.

sumber : ANTARA

Football news:

Carrera about the fight with Livaya: Utter nonsense
Levandovsky has 9 goals after 5 rounds. 14 Bundesliga clubs have scored less than that
Fati is the youngest goalscorer in the Clasico. He broke Raul's 1995 record
Ramos is playing his 31st match against Barca for Real Madrid in La Liga. He repeated the record of Raul and hento
Pep Guardiola: Manchester City lost 7 points - that's a lot. But problems arose for various reasons
Sandro Schwartz: Dynamo played intensely and scored 3 goals. We wanted to be more active in the attack
The tour in Italy started with a cool comeback with 6 goals. But it was difficult to see, because the main star was a dense fog